– Bupati Kubu Raya Sujiwo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu ruang publik
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu ruang publik Tugu pesawat pada malam hari. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), camat, serta kepala desa setempat.
Sujiwo mengaku sengaja menyempatkan diri mampir untuk melihat langsung aktivitas masyarakat. Meski waktu telah menunjukkan pukul 21.00 WIB lebih dan bukan akhir pekan, kawasan tersebut masih dipadati pengunjung.
"Saya tadi malam masih di lapangan. Saya sengaja mampir karena ingin melihat langsung. Ternyata pengunjung masih sangat ramai, padahal bukan malam Sabtu ataupun malam Minggu. Ini menunjukkan ruang publik ini benar-benar sudah menjadi tempat favorit masyarakat," ujarnya.
Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, Sujiwo menemukan persoalan yang menurutnya harus segera dibenahi, yakni kebersihan lingkungan. Ia melihat masih banyak sampah yang berserakan di area tersebut.
Setelah berdialog dengan pengelola, diketahui petugas kebersihan hanya disiapkan pada malam Sabtu, Minggu, dan Senin. Padahal, menurut Sujiwo, jumlah pengunjung pada hari biasa juga cukup tinggi sehingga pelayanan kebersihan harus disesuaikan.
"Kalau pengunjung tetap ramai di luar hari-hari itu, tentu pengelola harus memberikan perhatian. Kebersihan tidak boleh hanya dijaga pada akhir pekan," tegasnya.
Sujiwo juga mengingatkan para pedagang agar tidak hanya fokus berjualan, tetapi ikut memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, ruang publik yang bersih akan membuat pengunjung betah sehingga berdampak positif terhadap pendapatan para pedagang.
"Pedagang harus lebih sensitif. Kalau belum ada pembeli, ya sapu dulu area di sekitar tempat jualannya. Peralatan sudah tersedia. Jangan menunggu petugas kebersihan," katanya.
Ia menilai kebersihan merupakan syarat utama agar ruang publik dapat terus berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.
"Kalau ruang publik ini terus kotor, usia tempat ini tidak akan panjang. Padahal kita ingin tempat ini terus ramai agar masyarakat yang berdagang di sini bisa terus mengais rezeki," ucapnya.
Selain persoalan sampah, Sujiwo juga menyoroti adanya lampu penerangan yang mati di kawasan tersebut. Ia meminta pihak terkait segera memperbaiki agar kenyamanan dan keamanan pengunjung tetap terjaga.
Bupati berharap seluruh pihak, mulai dari pengelola, pedagang hingga pengunjung, memiliki kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah.
"Ini bukan semata-mata untuk pemerintah, tetapi demi kepentingan kita semua. Kalau ruang publik ini bersih, nyaman, dan terawat, manfaatnya kembali kepada para pedagang, pengelola, dan masyarakat yang menikmati tempat ini," pungkasnya. (tim Liputan)
Editor : Aan