PPIIBT LPPM Untan Catatkan Capaian pada Pemeringkatan Lembaga Inkubator Nasional Tahun 2026
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) –
Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Tanjungpura (PPIIBT) di bawah
naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas
Tanjungpura kembali mencatatkan capaian positif pada Pemeringkatan Lembaga
Inkubator Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (Kementerian UMKM) Republik Indonesia.
Berdasarkan
hasil pemeringkatan yang ditetapkan melalui sistem SIPENSI (Sistem Pendaftaran,
Informasi, dan Evaluasi Inkubasi), PPIIBT Universitas Tanjungpura menempati
peringkat ke-34 nasional. Capaian tersebut diperoleh melalui proses seleksi
yang kompetitif. Dari 757 lembaga inkubator di seluruh Indonesia yang terdaftar
di SIPENSI, platform informasi nasional yang menghubungkan lembaga inkubator dari
PTN, PTS, Swasta dan Pemerintah Daerah dengan usaha rintisan dalam
satu ekosistem inkubasi. Kemudian disaring menjadi lebih dari 200
inkubator pada tahap administrasi, sebelum akhirnya ditetapkan 106 inkubator
untuk mengikuti penilaian akhir pemeringkatan. Pemeringkatan ini menempatkan pula
PPIIBT Untan sebagai Inkubator No. 1 di regional Kalimantan, diikuti Wetland
box (56), IBT ULM (57) dan PIBT UM Pontianak (91).
Capaian ini
menjadi salah satu indikator bahwa upaya penguatan tata kelola inkubator yang
dilakukan PPIIBT LPPM Untan terus menunjukkan perkembangan positif. Selama
beberapa tahun terakhir, PPIIBT secara konsisten membangun ekosistem inkubasi
yang mendukung lahirnya startup berbasis teknologi, hilirisasi hasil riset dan
inovasi, pengembangan UMKM, hingga penguatan koperasi melalui pendampingan yang
terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pemeringkatan
nasional ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kinerja kelembagaan, tetapi
juga memberikan berbagai catatan dan rekomendasi strategis dari dewan penilai
sebagai bahan penyempurnaan pengelolaan inkubator di masa mendatang. Masukan
tersebut meliputi penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas
layanan inkubasi, pengembangan jejaring kemitraan, pengukuran dampak program,
hingga penguatan kapasitas mentor dan tenant agar mampu menghasilkan inovasi
yang semakin kompetitif.
Bagi PPIIBT LPPM
Untan, hasil pemeringkatan ini dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan
sebagai pijakan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous
improvement). Dinamika dunia inovasi dan kewirausahaan menuntut inkubator
untuk terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta
menghadirkan model pendampingan yang semakin relevan dengan kebutuhan startup,
UMKM, koperasi, dan pelaku inovasi di era transformasi digital.
Ke depan, PPIIBT
LPPM Untan berkomitmen untuk terus memperluas sinergi dengan kementerian,
pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, investor, serta berbagai
perguruan tinggi dan mitra strategis lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan
mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, mendorong lahirnya wirausaha berbasis
inovasi, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan
Barat.
Capaian ini juga
merupakan hasil dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pimpinan Universitas
Tanjungpura, LPPM, para mentor, mitra, tenant, hingga seluruh tim PPIIBT yang
selama ini bersama-sama membangun ekosistem inovasi dan kewirausahaan. Semangat
kolaborasi tersebut akan terus menjadi fondasi dalam menghadirkan layanan
inkubasi yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi
masyarakat. (tim Liputan)
Editor : Aan