
Pasar Foodservice Indonesia Tembus US$29 Miliar, Food & Hospitality Indonesia Perkuat Daya Saing Industri F&B dan Hospitality Nasional
KALBARNEW.S.CO.ID (JAKARTA) – Industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru yang didorong oleh meningkatnya konsumsi domestik, ekspansi sektor pariwisata, serta perubahan gaya hidup masyarakat. Tren dining out dan staycation, serta pesatnya adopsi layanan digital telah mendorong transformasi sektor hotel, restoran, dan layanannya menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional. (9/7/2026).
Laporan Food Service – Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025[1] mencatat nilai pasar Hotel, Restaurant, and Institutional (HRI) Indonesia telah mencapai US$29 miliar pada 2024, menjadikannya pasar foodservice terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sekaligus melampaui capaian sebelum pandemi. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta berkembangnya layanan pesan-antar makanan berbasis digital yang semakin memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan berkualitas.
Di sisi lain, industri juga memasuki fase transformasi dengan meningkatnya permintaan terhadap produk berkualitas premium, penerapan kewajiban sertifikasi halal yang semakin luas, serta persaingan yang semakin kompetitif di tingkat regional. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan sebuah platform bisnis yang mampu mempertemukan pelaku industri, pemasok, distributor, hingga pengambil kebijakan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 akan kembali diselenggarakan pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO). Memasuki penyelenggaraan edisi ke-20, FHI terus memperkuat posisinya sebagai pameran dagang internasional B2B terbesar dan terdepan di Indonesia bagi industri makanan, minuman, serta hospitality. Selama lebih dari tiga dekade, FHI telah menjadi titik temu bagi pelaku industri nasional dan global untuk memperkenalkan inovasi, membangun jejaring bisnis, serta menciptakan peluang investasi dan kemitraan strategis.
Pada penyelenggaraan tahun ini, FHI menghadirkan pengalaman pameran yang semakin terintegrasi. Melalui satu akses, pengunjung dapat turut menjelajahi Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), Hotel & Shop Design and Supply Asia (HSDSA), dan PROPAK Indonesia dalam satu kawasan pameran. Integrasi ini menghadirkan ekosistem bisnis yang lebih lengkap, mempertemukan pelaku industri dari berbagai sektor, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas industri yang semakin luas.
Portfolio Director FHI 2026, Meysia Stephanie, mengatakan bahwa pertumbuhan industri hospitality dan F&B perlu diimbangi dengan ekosistem bisnis yang mampu mempercepat pertukaran inovasi, memperluas akses pasar, dan memperkuat kolaborasi antar pelaku industri.
“Pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan tren, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi. FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun kemitraan strategis, menemukan solusi baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global,” ujar Meysia.
Prospek penyelenggaraan FHI 2026 turut didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan mencapai US$6,13 triliun pada 2028, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,3 persen pada 2026. Sejalan dengan itu, sektor hospitality diperkirakan tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030 seiring meningkatnya investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta semakin tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality yang berkualitas.
Mengusung tema “A Thrilling Journey of Excellence that Celebrates the Now and Ignites the Future,” FHI 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha lintas sektor dan lintas negara dengan pengalaman pameran yang lebih komprehensif, melibatkan lebih dari 500 perusahaan exhibitor dari 32 negara diantaranya Australia, Amerika Serikat, Brazil, Canada, Finlandia, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Turki, dan UAE. Ribuan produk, teknologi, dan solusi bisnis terbaru akan ditampilkan untuk mendukung kebutuhan industri makanan, minuman, jasa boga, hingga hospitality yang terus berkembang.
Pada kategori Food & Beverage, pengunjung akan menemukan beragam inovasi dari merek-merek terkemuka seperti Greenfields Professional, Japfa Food, Kartikawira Adisukses, Karunia Sukses Gemilang, Long Beach Beverage Solution, Queen Food, Wilmond, Yummy Makers of Fine Dairy Product, Thai Flavour, serta berbagai produsen nasional dan internasional lainnya. Sementara pada kategori Food Service Equipment & Hospitality, berbagai solusi untuk operasional hotel, restoran, dan layanan makanan akan dihadirkan oleh perusahaan seperti Gastro Gizi Sarana, Botanical Essentials, Robot Coupe, Unox, Nayati, Sango Hospitality, Indo Porcelain, Haengnam, Rotaryana, Diamond, Gea Getra, Chair Culture dan berbagai penyedia teknologi serta peralatan industri lainnya.
Sebagai etalase inovasi industri, FHI 2026 juga menghadirkan Hotelex Indonesia Exclusive Showcase yang menampilkan solusi terkini operasional hospitality dan peralatan profesional oleh merek ternama seperti Biant Living, Koch Backen, Sango Hospitality, dan beberapa lainnya. Selain itu, ditampilkan pula Innovation Spotlight yang memamerkan kurasi inovasi dari penyedia produk dan layanan di bidang makanan, minuman dan hospitality seperti Atosa, Bella Cuisine by Daelim, dan Voya.
Selain menjadi ajang pameran dagang, FHI 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi berskala nasional dan internasional yang menjadi wadah pengembangan talenta sekaligus barometer perkembangan industri minuman. Bersama Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), FHI kembali menghadirkan Indonesia Coffee Event dengan Indonesia Barista Championship (IBC) untuk menjaring barista terbaik Indonesia. Para pemenang kompetisi ini akan mewakili Indonesia pada ajang World Barista Championship (WBC), sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Rangkaian kompetisi juga diperkuat dengan penyelenggaraan World Fashion Drinks Competition (WFDC), sebuah kompetisi internasional bagi para mixologist untuk menampilkan kreativitas dalam meracik minuman yang memadukan cita rasa, estetika, serta konsep storytelling yang mengikuti perkembangan gaya hidup modern.
Komitmen FHI dalam mengangkat potensi produk lokal turut diwujudkan melalui Tea Master Cup Indonesia, kompetisi yang memperkenalkan kekayaan teh Nusantara kepada pasar internasional. Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen teh terbesar di dunia memiliki keunggulan berupa keragaman karakter teh dengan kandungan katekin yang tinggi. Melalui dua kategori kompetisi, yakni Tea Preparation dan Tea Mixology, para peserta akan menunjukkan keterampilan terbaiknya dalam mengolah teh, sementara para pemenang akan memperoleh kesempatan mewakili Indonesia pada kompetisi Tea Masters Cup tingkat dunia.
Tidak hanya itu, FHI 2026 juga memperkuat aspek pengembangan kompetensi melalui berbagai program edukatif yang dirancang bagi para profesional industri. Bersama Association of Culinary Professionals (ACP), peserta dan pengunjung pameran dapat mengikuti rangkaian Masterclass Workshop Session yang menghadirkan chef dan praktisi kuliner ternama dalam sesi praktik langsung (hands-on session). Berbagai topik yang diangkat mencakup teknik butchery, pengembangan hidangan Indonesia, pembuatan pasta artisan, hingga dekorasi makanan dan berbagai tren kuliner terkini.
Bagi industri minuman, Indonesia Sommelier Association (ISA) kembali menghadirkan Wine Masterclass yang mencakup kelas dasar hingga tingkat lanjutan dan dipandu langsung oleh sommelier profesional. Program ini menjadi salah satu sesi edukasi yang secara konsisten diminati pelaku industri hospitality setiap tahunnya.
Sementara itu, Industry Seminar akan mengangkat berbagai isu strategis yang tengah menjadi perhatian industri. Bersama LPPOM MUI, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai implementasi perluasan kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku pada Oktober 2026. Di sisi lain, Perum BULOG akan membahas tantangan dan strategi menjaga ketahanan pangan nasional melalui seminar bertajuk the Role of BULOG in Overcoming Future Food Stability Challenges.
Untuk memperkuat peluang dan kolaborasi bisnis, FHI 2026 juga kembali menghadirkan FHI Business Matching Programme yang mempertemukan exhibitor dengan pembeli potensial, distributor, operator, importir, serta mitra bisnis dari berbagai sektor. Program ini dirancang untuk menciptakan pertemuan bisnis yang lebih terarah sehingga mampu menghasilkan peluang kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Seiring meningkatnya perhatian industri terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, FHI 2026 juga memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi menuju ekosistem hospitality dan F&B yang lebih bertanggung jawab. Berbagai perusahaan yang berpartisipasi tahun ini akan menghadirkan inovasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, mulai dari produk organik, solusi kemasan ramah lingkungan, efisiensi energi, pengurangan limbah, hingga penerapan praktik bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.
Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, mengatakan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan industri, bukan lagi sekadar tren. ”Transformasi industri tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengembangkan bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui FHI 2026, kami ingin menghadirkan platform yang mempertemukan perusahaan, inovator, dan pemangku kepentingan untuk berbagi solusi serta mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan di sektor makanan, minuman, dan hospitality,” ujar Leonarita.
Komitmen tersebut tercermin dari partisipasi sejumlah perusahaan yang menghadirkan berbagai inovasi berorientasi keberlanjutan, di antaranya Althea Ecobag, Bukit Foods, Meltique Beef, Flora Food Group, Healthy Choice, Nisuma serta berbagai perusahaan nasional dan internasional lainnya.
Dengan mempertemukan inovasi, teknologi, produk, dan para pengambil keputusan dari berbagai negara, FHI 2026 kembali menegaskan perannya sebagai pameran dagang internasional terbesar dan terdepan di Indonesia bagi industri makanan, minuman, dan hospitality, sekaligus menjadi platform strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis, investasi, serta transformasi industri yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
FHI 2026 akan diselenggarakan pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Calon pengunjung dapat melakukan pra-registrasi sampai tanggal 15 Juli 2026 melalui www.foodhospitalityindonesia.
Editor :Aan