Hotspot Kalbar Tembus 301 Titik! Ketapang dan Sanggau Jadi Wilayah Paling Rawan, Kubu Raya Terdeteksi 5 Titik Panas
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mencatat 301 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat selama periode 18 Juli 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, 246 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 40 titik berkategori tinggi, dan 15 titik berkategori rendah.
Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 71 titik, terdiri atas 61 tingkat kepercayaan menengah, 9 tinggi, dan 1 rendah. Disusul Sanggau dengan 62 titik, kemudian Landak sebanyak 57 titik, Sekadau 24 titik, dan Kapuas Hulu 21 titik.
Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya terdeteksi memiliki 5 titik panas, seluruhnya berada pada kategori tingkat kepercayaan menengah. Adapun Mempawah, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang tidak terdeteksi hotspot pada periode tersebut.
BMKG menjelaskan bahwa deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Hotspot merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya dan menjadi salah satu indikator potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, keberadaan hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran sehingga tetap memerlukan verifikasi di lapangan.
Melihat meningkatnya jumlah hotspot di Kalimantan Barat, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan berbagai pihak terkait juga terus memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas. (Tim Liputan )
Ediotr : Aan