KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE., M.Sos., memastikan komitmennya untuk menjadikan Desa Batu Ampar sebagai destinasi wisata unggulan berbasis kelestarian mangrove. Bersama jajaran OPD Kabupaten Kubu Raya, OPD Provinsi Kalimantan Barat, akademisi Universitas Tanjungpura, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Sujiwo turun langsung ke Batu Ampar untuk mengeksekusi 10 langkah konkret yang telah disepakati. (23/6/2026)Sujiwo Gaspol Bangun Batu Ampar, Siapkan 10 Langkah Konkret Wujudkan Desa Wisata Berbasis Mangrove
Menurut Sujiwo, sejumlah program bahkan telah mulai dijalankan, mulai dari pemberdayaan nelayan, UMKM, kelompok usaha masyarakat hingga pembukaan peluang kerja bagi warga setempat.
"Hari ini kita mengeksekusi langkah-langkah konkret. Kita akan memberikan bantuan kepada nelayan, UMKM, kelompok usaha, termasuk mendorong penyerapan tenaga kerja. Semua bergerak bersama untuk Batu Ampar," ujarnya.
Tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, Pemkab Kubu Raya juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung wisata, seperti penyelesaian jalan lingkar, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pengembangan ruang publik Bukit Lalang, hingga berbagai fasilitas penunjang wisata lainnya.
Sujiwo mengungkapkan, kawasan Batu Ampar memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata alam unggulan. Keindahan mangrove, camping ground, jalur hiking, trek sepeda, hingga panorama alam yang masih terjaga menjadi modal besar bagi pengembangan wisata berkelanjutan.
Bahkan, ia telah menyiapkan branding khusus untuk kawasan tersebut dengan nama BCA (Bukit Cinta Alam) sebagai ikon wisata baru di Batu Ampar.
"Kita ingin Batu Ampar menjadi desa wisata yang maju, tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungannya. Keputusan menghentikan penebangan mangrove adalah langkah besar. Saya yakin jika alam dijaga, keberkahan akan datang untuk masyarakat," tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Sujiwo juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon yang rutin dilakukan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sarana edukasi untuk menumbuhkan budaya hidup bersih dan cinta lingkungan.
Dengan dukungan seluruh pihak, Sujiwo optimistis Desa Batu Ampar akan tumbuh menjadi destinasi wisata baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi contoh pembangunan berbasis pelestarian lingkungan di Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan