Prof. Gusti Deden: Bukit Lalang Batu Ampar Bisa Jadi Ikon Ekowisata Dunia

Editor: Redaksi author photo

 Prof. Gusti Deden: Bukit Lalang Batu Ampar Bisa Jadi Ikon Ekowisata Dunia

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) 
– Potensi wisata dan lingkungan yang dimiliki Bukit Lalang di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Gusti Deden, menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi multi-ekowisata berbasis masyarakat yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Saat meninjau langsung kawasan Bukit Lalang bersama Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos., jajaran pemerintah daerah, KPH, DPRD, dan pelaku usaha, Prof. Gusti Deden mengungkapkan kekagumannya terhadap transformasi yang sedang dilakukan di kawasan tersebut.

Menurutnya, Bukit Lalang yang didominasi tanaman ilalang (Imperata cylindrica) selama ini dikenal sebagai indikator lahan dengan tingkat kesuburan rendah. Namun di tangan pemerintah daerah, kawasan yang sebelumnya dipandang biasa itu justru memiliki peluang besar untuk disulap menjadi destinasi wisata unggulan.

"Kita berdiri di Bukit Lalang yang selama ini identik dengan hamparan ilalang. Tetapi melalui visi dan komitmen Pak Bupati bersama seluruh jajaran, kawasan ini dapat diubah menjadi tujuan wisata yang menarik. Batu Ampar nantinya tidak hanya dikenal karena wisata mangrovenya, tetapi juga wisata bukit yang memiliki panorama luar biasa," ujar Prof. Gusti Deden.

Ia menjelaskan, selain memiliki daya tarik wisata, Bukit Lalang juga menyimpan nilai ekologis yang sangat penting. Setiap hektare kawasan tersebut diperkirakan mampu menyimpan antara 4 hingga 10 ton karbon. Jika kawasan itu tidak dijaga dan mengalami kebakaran, karbon yang tersimpan akan terlepas menjadi emisi karbon dioksida (CO2) yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

"Artinya, menjaga kawasan ini bukan hanya soal wisata, tetapi juga bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Ini adalah aset yang sangat berharga bagi Kubu Raya," katanya.

Prof. Gusti Deden menilai potensi tersebut dapat menjadi modal besar dalam pengembangan konsep multi-ekowisata yang menggabungkan wisata alam, edukasi lingkungan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Ia juga menyatakan kesiapan kalangan akademisi untuk mendukung pengembangan Batu Ampar melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi non-pemerintah, serta media.

"Kami mengucapkan selamat kepada Pak Bupati. Akademisi siap berkolaborasi bersama pemerintah, swasta, NGO, dan media untuk membawa Desa Batu Ampar menjadi destinasi yang dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat dunia," tegasnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, Bukit Lalang diyakini dapat menjadi ikon baru wisata Kubu Raya sekaligus contoh sukses pengembangan kawasan yang mampu mengharmoniskan kepentingan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.

Share:
Komentar

Berita Terkini