| Meriah Sampai Akhir! Bupati Fransiskus Diaan Resmi Tutup HUT Putussibau ke-131 |
Acara penutupan berlangsung semarak dan dihadiri Wakil Bupati Kapuas Hulu, unsur Forkopimda, anggota DPRD, para sponsor, donatur, hingga ribuan masyarakat yang memadati area gedung. Semangat kebersamaan terasa kuat hingga detik terakhir penutupan HUT Kota Putussibau tahun ini.
Dalam sambutannya, Bupati Fransiskus Diaan menegaskan bahwa peringatan HUT Putussibau bukan hanya agenda seremonial tahunan. Ini adalah momentum untuk bersyukur atas perjalanan panjang Kota Putussibau yang kini telah menginjak usia 131 tahun.
“131 tahun bukan waktu yang singkat. Ini perjalanan panjang penuh perjuangan. Capaian pembangunan yang kita nikmati hari ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat Kapuas Hulu,” ucap Bupati Fransiskus Diaan di hadapan tamu undangan.
Bupati menilai, berbagai program pembangunan yang terus berjalan harus jadi motivasi untuk melangkah lebih maju. Tujuannya jelas: mewujudkan Kapuas Hulu yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing di Kalimantan Barat.
Orang nomor satu di Kapuas Hulu ini juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, para sponsor, donatur, ASN, TNI-Polri, serta masyarakat yang sudah ikut menyukseskan rangkaian acara.
“Tanpa kebersamaan dan gotong royong kita semua, acara sebesar ini tidak akan bisa berjalan semeriah ini. Untuk semua pihak yang sudah berkontribusi, saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Selama sepekan lebih, masyarakat disuguhkan berbagai agenda menarik yang menyentuh semua lapisan. Mulai dari momen sakral peresmian Gedung Pelayanan Satu Atap Kabupaten Kapuas Hulu.
festival kuliner tradisional khas Dayak dan Melayu, lomba menyanyi dangdut yang bikin panggung bergoyang, lomba pidato antar pelajar untuk menumbuhkan generasi cerdas, sampai lomba unik membuat kerupuk basah yang jadi ikon kuliner lokal.
Selain hiburan, ada juga agenda yang berdampak langsung. Putussibau City Run memecah keringat warga, pelayanan kesehatan gratis membantu masyarakat kurang mampu, pelayanan administrasi kependudukan dan pembuatan paspor memudahkan urusan dokumen, serta bazar dan tenda UMKM yang jadi panggung promosi bagi pelaku usaha lokal.
Bupati menekankan, semua rangkaian kegiatan itu punya makna lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya, HUT Putussibau adalah wadah untuk mempererat persatuan dan memperkuat semangat gotong royong yang sudah jadi karakter orang Kapuas Hulu.
Lebih dari itu, keterlibatan UMKM lokal di bazar dan tenda kuliner menjadi dorongan nyata untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. “UMKM kita naik kelas. Ini bukti kalau kita kasih panggung, pelaku usaha lokal mampu bersaing dan menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan, sportivitas, dan kekompakan yang terbangun selama perayaan HUT ini tidak berhenti sampai malam penutupan. Semangat itu harus terus dijaga dan dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai modal utama membangun Kapuas Hulu.
Menutup sambutannya, Bupati Fransiskus Diaan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat nilai-nilai budaya, dan melestarikan kearifan lokal. Menurutnya, pembangunan daerah hanya akan berhasil kalau dikerjakan bersama-sama.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bupati Kapuas Hulu secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Putussibau ke-131.
Penutupan ditandai tepuk tangan meriah dari masyarakat. Suasana haru dan bangga bercampur jadi satu, menandai berakhirnya perayaan yang dinilai paling meriah dalam beberapa tahun terakhir.
“Semoga semua kegiatan ini membawa manfaat. Jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen kita bersama mewujudkan Kapuas Hulu yang semakin Hebat,” pungkas Bupati disambut sorak warga.(Dulhadi)