![]() |
| Grebeg Suro 2026 Meriah, Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Jaga Tradisi dan Toleransi |
KALBARNEWS.CO.ID (SINGKAWANG) – Wali
Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, didampingi Wakil Wali Kota Singkawang,
Muhammadin, secara resmi membuka Kirab Budaya Grebeg Suro Kota Singkawang Tahun
2026 yang digelar di Taman Parkir Kridasana pada hari Sabtu (20/6/2026) malam.
Mengusung tema “Harmoni Budaya di
Kota Toleran, Merajut Tradisi Memperkokoh Keberagaman”, kegiatan berlangsung
meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta berbagai elemen
paguyuban budaya yang hadir dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Acara pembukaan turut dihadiri
Ketua Umum Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Dr. Purwanto, Anggota DPR-RI
Komisi V, Sy Abdullah Al-kadri, Ketua DPRD Kota Singkawang, Kajari Singkawang,
Kapolres Singkawang, Dandim 1202/Singkawang, Danlanud Had, Kepala Dinas
Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat.
Hadir juga Kepala Perwakilan
BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Ketua TP
PKK Kota Singkawang, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD), Komisioner KPU Kota
Singkawang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, pimpinan Bank Kalbar.
Kepala Cabang BRI, Kepala FIF
Group, Ketua Paguyuban Jawa kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, serta sejumlah
tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Hadir pula perwakilan Rindam
XII/Tanjungpura, Brigif 19/Khatulistiwa, Satuan Brimob Polda Kalbar, tokoh
masyarakat Yoris Raweyai dan Karmayadi, jajaran perangkat daerah, serta
pengurus Paguyuban Jawa Kota Singkawang (PJKS).
Dalam sambutannya, Wali Kota
Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
seluruh panitia, pengurus PJKS Kota Singkawang, sponsor, serta seluruh pihak
yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Grebeg Suro Tahun 2026.
Menurutnya, Grebeg Suro tidak
hanya menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi wadah
mempererat persaudaraan antarsuku, memperkuat nilai toleransi, serta menjaga
keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Singkawang yang dikenal
sebagai kota toleran.
“Melalui kegiatan ini kita dapat
terus merawat kebersamaan, memperkuat persatuan, dan menjaga warisan budaya
yang menjadi kekayaan bangsa. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi
kekuatan untuk membangun daerah yang semakin maju dan harmonis,” ujar Tjhai
Chui Mie.
Wali Kota juga mengajak seluruh
masyarakat untuk terus mendukung pelestarian seni dan budaya tradisional agar
tetap lestari dan dicintai oleh generasi muda. Menurutnya, berbagai tradisi
budaya yang hidup di tengah masyarakat merupakan identitas daerah yang harus
dijaga bersama.
Sementara itu, Ketua Umum PJKB,
Dr. Purwanto, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB),
mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Singkawang terhadap
pelaksanaan tradisi budaya masyarakat Jawa melalui kegiatan Grebeg Suro.
Ia menilai komitmen Wali Kota
Singkawang dalam mendukung pelestarian budaya menjadi bukti nyata bahwa
keberagaman budaya dapat tumbuh dan berkembang dalam suasana yang harmonis.
“Grebeg Suro bukan hanya tradisi
masyarakat Jawa, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaretnis,
memperkuat persatuan, serta memperkaya khazanah budaya yang ada di Kota
Singkawang dan Kalimantan Barat,” ungkap Dr. Purwanto.
Kirab Budaya Grebeg Suro 2026
menjadi salah satu agenda budaya penting yang menampilkan berbagai atraksi seni
tradisional, budaya lokal, serta partisipasi masyarakat dari berbagai latar
belakang. Kegiatan ini sekaligus mempertegas predikat Kota Singkawang sebagai
kota yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan persatuan dalam
kehidupan bermasyarakat. (tim liputan).
Editor : Herigre

