KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan alokasi awal sebesar Rp500 juta dalam Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini. Langkah tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, usai memimpin apel karhutla di Halaman Kantor Bupati, Selasa (9/6/2026) pagi.Bupati Kubu Raya Siapkan Rp500 Juta untuk BTT, BPBD dan Damkar Dapat Insentif Tugas Libur
“Baru bisa menganggarkan Rp500 juta dan kita masukkan ke Belanja Tidak Terduga di BTT. Nanti akan kita maksimalkan lagi pada APBD Perubahan,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang sedang sulit menuntut pemerintah daerah mengambil langkah strategis agar penanganan bencana tetap optimal. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan lemahnya respons pemerintah terhadap kebakaran hutan, banjir, maupun bencana lainnya.
Sujiwo menyebut total personel BPBD dan Damkar Kubu Raya saat ini hanya sekitar 48 orang. Dengan jumlah tersebut, ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi.
“Yang akan saya maksimalkan adalah personalnya, orang-orangnya. Dengan personel terbatas, kita harus tetap mampu bergerak cepat,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kubu Raya akan memberikan insentif bagi anggota BPBD dan Damkar yang bertugas pada hari libur.
Kebijakan insentif tersebut disebut sudah final dan telah dikomunikasikan dengan DPRD serta DPKD. Mulai triwulan keempat tahun ini, petugas yang melaksanakan penanggulangan bencana atau karhutla pada Sabtu dan Minggu akan menerima tambahan insentif.
Ia menekankan bahwa bencana tidak mengenal hari libur. Karena itu, aparat pemerintah harus selalu siap siaga.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana dan karhutla merupakan kewajiban pemerintah, bukan semata mengandalkan relawan atau pihak ketiga.
“Kalau elemen masyarakat seperti MPA atau Damkar swasta tidak turun, tidak ada sanksinya. Tapi bagi pemerintah, ini kewajiban. Pemerintah harus mampu mengorkestrasi penanganannya,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterbatasan personel dan peralatan membuat sinergi dengan masyarakat dan dunia usaha tetap dibutuhkan.
Apel karhutla yang digelar mendadak itu juga bertujuan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi El Nino ekstrem mulai Juni 2026.
“Lembaga-lembaga yang punya otoritas sudah menyampaikan akan terjadi El Nino yang panjang dan ekstrem. Panasnya juga luar biasa. Ini bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya.
Setelah apel, Sujiwo turut berinteraksi langsung dengan personel BPBD dan Damkar. Ia mengatakan hubungan yang dekat dengan bawahan penting agar koordinasi dan pelaksanaan instruksi di lapangan berjalan lebih efektif.
“Kita ingin membangun bonding, supaya ketika memberi arahan dan instruksi, semuanya bisa bergerak lebih solid,” pungkasnya. (tim Liputan)
Editor : Aan