| Bawaslu Sekadau Dorong Pendidikan Demokrasi Melalui Program Bawaslu Goes to School dan Konsolidasi Demokrasi |
KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) - Meski tidak dalam tahapan Pemilu, Peran Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) dalam memberikan kesadaran pengawasan partisitip semua pihak terus berjalan.
Dalam tiga bulan terkahir, Bawaslu Kabupaten Sekadau melaksanakan beberapa kegiatan terkait.
Pertama, dijelaskan Marikun, pihaknya melaksanakan Program Bawaslu Goes to School. kegiatan inibmerupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar, khususnya pemilih pemula.
Menurut Marikun, program tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya demokrasi, kepemiluan, serta peran masyarakat dalam mengawal proses pemilu yang jujur dan berintegritas.
“Melalui program Bawaslu Goes to School, kami ingin membangun kesadaran generasi muda tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus mendorong lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dengan mengunjungi sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat melalui berbagai metode edukasi, seperti sosialisasi kepemiluan, diskusi interaktif, pembinaan upacara bendera, hingga edukasi literasi digital yang berkaitan dengan pengawasan partisipatif.
Selain memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan pemilu, program tersebut juga mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.
Marikun menambahkan, pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Bawaslu terus memperluas jangkauan sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat melalui program Konsulidasi Demokrasi kepada organisasi dan tokoh masyarakat.
“Pengawasan partisipatif harus menjadi gerakan bersama. Karena itu, selain ke sekolah-sekolah, Bawaslu juga melakukan konsolidasi dan sosialisasi kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, media massa, komunitas masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan konsolidasi tersebut bertujuan membangun jaringan pengawasan partisipatif yang kuat, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu, serta mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Melalui berbagai program sosialisasi dan pendidikan demokrasi, Bawaslu berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan, sehingga dapat terwujud proses demokrasi yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
“Kami berharap generasi muda tidak hanya menjadi pemilih pada masa depan, tetapi juga menjadi agen demokrasi yang mampu menjaga kualitas pemilu dan demokrasi di Indonesia,” pungkas Marikun.
Direncanakan, Bawaslu kedepan akan melaksanakan kegiatan serupa dengan sasaran ke pengurus Partai Politik di wilayah Kabupaten Sekadau. (Al)
Ediotr : Aan