Sujiwo: Program MBG Bisa Jadi Motor Pergerakan Ekonomi Kubu Raya

Editor: Redaksi author photo

 Sujiwo: Program MBG Bisa Jadi Motor Pergerakan Ekonomi Kubu Raya
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi dan penurunan angka stunting, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

Hal tersebut disampaikan Sujiwo usai mengikuti Rapat Koordinasi Sinergi Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan BUMDes dan koperasi untuk penguatan rantai pasok MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Sujiwo mengaku bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kini dilibatkan secara aktif dalam program strategis nasional tersebut. Menurutnya, selama ini sempat muncul stigma bahwa pemerintah daerah hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan program MBG.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional karena sudah melibatkan semua elemen yang terkorelasi di Kabupaten Kubu Raya. Selama ini ada stigma pemerintah daerah tidak dilibatkan, bahkan kami merasa hanya jadi penonton. Dengan kehadiran BGN, stigma itu terpatahkan dan ini membuat kami semakin semangat,” ujar Sujiwo.

Ia mengungkapkan, saat ini Kubu Raya telah memiliki 71 dapur mandiri MBG dan kembali mengajukan 72 dapur tambahan, khususnya untuk wilayah 3T.

Menurut Sujiwo, jika program MBG dijalankan sesuai standar operasional dan dikolaborasikan dengan berbagai elemen daerah, maka dampaknya akan sangat besar, bukan hanya pada sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Bukan hanya soal pemerataan gizi, menurunkan stunting, atau meningkatkan konsentrasi siswa. Di balik itu ada dampak ekonomi yang luar biasa karena perputaran uang yang masuk ke Kubu Raya sangat besar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan perputaran ekonomi dari program MBG tetap berada di Kubu Raya melalui penguatan produk lokal.

“Uang yang masuk ini jangan sampai keluar daerah. Kita harus lokalisir. Kebutuhan MBG seperti ikan, telur, ayam, daging, sayur, dan buah harus bisa dipenuhi masyarakat kita sendiri,” tegasnya.

Karena itu, Sujiwo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan langkah konkret dan inovasi sesuai sektor masing-masing.

Ia mencontohkan Dinas Perikanan harus segera memetakan potensi budidaya ikan nila, lele, hingga udang vaname guna memenuhi kebutuhan rantai pasok MBG secara berkelanjutan.

“Minggu depan kami akan lakukan penajaman. Dinas Perikanan harus mampu membuat terobosan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Sekarang market-nya sudah ada lewat program MBG. Jadi masyarakat jangan takut hasil panennya tidak laku,” ujarnya.

Sujiwo berharap seluruh kepala OPD mampu menghadirkan inovasi dan langkah nyata agar program MBG benar-benar menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kubu Raya

Share:
Komentar

Berita Terkini