| Sering Macet, Kawasan Tugu Jam Sintang Ditinjau BPJN Kalbar untuk Rencana Penataan |
Sebelum turun ke lapangan, tim dari BPJN Kalbar terlebih dahulu bertemu dengan Bupati Gregorius Herkulanus Bala di Pendopo Bupati Sintang untuk membahas rencana penataan kawasan Tugu Jam.
Gregorius Herkulanus Bala menjelaskan, kunjungan dan pengukuran tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama Kepala BPJN Kalbar pada tahun lalu terkait penanganan kemacetan di kawasan tersebut.
“Hari ini mereka melakukan pengukuran untuk menentukan desain rencana pelebaran dan penataan kawasan Tugu Jam Sintang,” ujar Gregorius.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal yang baik dalam upaya mengurai kemacetan yang selama ini sering terjadi di pusat Kota Sintang.
“Ini langkah awal yang baik untuk penataan jalan guna mengurai kemacetan. Mereka akan melakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum menyusun rencana penataan. Direncanakan nantinya akan dibangun bundaran di kawasan tersebut,” jelasnya.
Gregorius menambahkan, hasil survei dan desain yang disusun BPJN Kalbar nantinya akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.
“Hasil kegiatan hari ini berupa pemetaan dan desain akan diajukan ke Kementerian PU untuk ditindaklanjuti pengerjaannya. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai dikerjakan,” katanya.
Ia berharap seluruh rencana penataan kawasan Tugu Jam dapat direalisasikan demi kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
“Kami siap memenuhi apa pun yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sintang. Kami juga berharap masyarakat dapat memahami, mendukung, dan membantu menyukseskan rencana ini hingga terealisasi,” tutup Gregorius.
Usai bertemu Bupati Sintang, tim BPJN Kalbar langsung menuju kawasan Tugu Jam untuk melakukan pengukuran lapangan. Kegiatan tersebut turut didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Asmidi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sintang Musrsalin, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Hendrikus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Siti Musrikah, Inspektur Kabupaten Sintang Budi Purwanto, Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Supomo, serta perwakilan Bappeda dan BPKAD Kabupaten Sintang