![]() |
| Saprahan Khatulistiwa 2026 Targetkan UMKM Naik Kelas |
Memasuki penyelenggaraan ke-6, ajang tahunan ini kembali berkolaborasi dengan Kalbar Food Festival dengan mengusung tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya menyampaikan, stabilitas ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah tantangan global menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Berbagai program strategis terus digencarkan, mulai dari pengembangan klaster berbasis Good Agriculture Practice, inkubasi bisnis, digitalisasi UMKM, hingga fasilitasi business matching.
“Melalui Saprahan Khatulistiwa, kami ingin mendorong UMKM agar semakin terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Doni, Senin (4/5/26).
Tiga fokus utama diusung dalam kegiatan ini, yakni penguatan kelembagaan UMKM melalui business matching, sinergi pengembangan UMKM dan pariwisata, serta perluasan keuangan inklusif berbasis digital seperti penggunaan QRIS.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
“Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha akan memperkuat daya saing UMKM Kalbar di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Bank Indonesia Kalbar menargetkan realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,65 miliar dan penjualan Rp2,10 miliar. Selain itu, sebanyak 30 UMKM ditargetkan mengikuti program inkubasi bisnis berorientasi ekspor, dengan total kunjungan mencapai 21.400 orang.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak tahap pra-event melalui berbagai agenda seperti Temu UMKM, pelatihan dan sertifikasi desa wisata, program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI), serta pengembangan produk tenun Sintang menjadi busana siap pakai.
Puncak kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2026 digelar pada 4–6 Mei 2026 di Ayani Mega Mall Pontianak. Acara ini dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Harisson.
Beragam kegiatan turut meramaikan event ini, mulai dari edukasi Ngander Kapuas, lomba LiberiKhatulistiwa, Kalbar Food Festival, temu bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, hingga fashion show dan bincang wastra.
Selain itu, Expo UMKM dengan lebih dari 60 booth akan berlangsung hingga 10 Mei 2026 untuk memperluas peluang promosi dan transaksi pelaku usaha lokal.
Bank Indonesia Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi katalisator pengembangan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM yang inklusif, terdigitalisasi, dan mampu bersaing di pasar global.
Saprahan Khatulistiwa diharapkan menjadi momentum strategis dalam mempercepat transformasi UMKM dan pariwisata Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (tim Liputan)
Editor : Aan
