Helikopter PK-CFX Jatuh di Perbukitan Sekadau, 8 Orang Tewas, Evakuasi Terkendala Medan Terjal

Editor: Redaksi author photo

 Helikopter PK-CFX Jatuh di Perbukitan Sekadau, 8 Orang Tewas, Evakuasi Terkendala Medan Terjal
KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU)  – Kecelakaan tragis menimpa helikopter jenis corporate flight dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Insiden yang terjadi pada Kamis, 16 April 2026 tersebut mengakibatkan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah delapan orang meninggal dunia.


Hilang Kontak di Tengah Penerbangan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter tersebut dijadwalkan lepas landas pada pukul 07.34 WIB dari helipad PT Citra Mahkota yang berada di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Penerbangan itu bertujuan menuju lokasi PT Agro Nugraha Nusantara di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.


Namun, saat dalam perjalanan, helikopter dilaporkan mengalami hilang kontak (lost contact) pada pukul 08.39 WIB. Titik terakhir yang terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.


Kondisi tersebut langsung memicu respons cepat dari tim gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar koordinat terakhir yang diketahui.


Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Sekitar pukul 12.00 WIB, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) mulai dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta dibantu masyarakat setempat. Tim menyisir area perbukitan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter.


Upaya pencarian berlangsung hingga sore hari, dengan medan yang cukup berat berupa hutan lebat dan kontur tanah berbukit.


Setelah beberapa jam pencarian, pada pukul 18.00 WIB, tim akhirnya menemukan titik lokasi kecelakaan. Helikopter ditemukan dalam kondisi rusak parah di area lereng perbukitan.


“Dari hasil pengecekan di lokasi, seluruh korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap petugas di lapangan.


Evakuasi Dramatis di Tengah Jurang

Proses evakuasi korban dimulai pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, kondisi medan yang ekstrem menjadi tantangan utama bagi tim.


Lokasi jatuhnya helikopter berada di area jurang dengan akses yang sulit dijangkau kendaraan. Tim evakuasi harus menggunakan peralatan sederhana seperti tandu kayu dan tali carabiner untuk menarik jenazah dari bawah ke atas secara bertahap.


Evakuasi dilakukan dengan sistem estafet, di mana personel saling bergantian mengangkat dan memindahkan jenazah menuju titik aman.


Pada malam pertama, sebanyak enam jenazah berhasil dievakuasi. Sementara dua jenazah lainnya masih berada di dalam badan helikopter yang sulit dijangkau.


Seluruh Korban Berhasil Dievakuasi

Memasuki hari kedua, Jumat (17 April 2026), operasi evakuasi kembali dilanjutkan dengan melibatkan kekuatan personel yang lebih besar.


Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Total terdapat delapan kantong jenazah yang berisi korban, serta satu kantong tambahan berisi barang-barang milik korban.


Setelah berhasil diangkat dari lokasi jurang, seluruh jenazah kemudian dibawa secara manual menuju titik penjemputan di Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang.


Meski harus menghadapi jalan yang terjal dan melelahkan, tim evakuasi tetap berhasil menuntaskan proses tersebut. Beberapa kali personel terpaksa berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.


Dibawa ke Pontianak untuk Identifikasi

Setibanya di titik penjemputan, jenazah kemudian diangkut menggunakan sejumlah ambulans menuju Bandara Sintang. Dari sana, seluruh korban diterbangkan menggunakan helikopter menuju Pontianak.


Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.


Identitas Korban

Delapan korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut terdiri dari:

1 pilot (captain)

1 engineer on board (EOB)

6 penumpang

Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.


Penyebab Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya helikopter PK-CFX masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim terkait dijadwalkan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor cuaca, teknis, maupun human error.


Sementara itu, lokasi kejadian masih berada dalam pengamanan guna kepentingan penyelidikan lanjutan.


Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Kalimantan Barat, terutama di kawasan perbukitan dan hutan lebat yang sulit dijangkau.(Al)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini