![]() |
| DPP LDII Sampaikan Gagasan Desa Binaan Tematik Kepada Mendes PDT, Termasuk di Kalbar |
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - DPP
LDII mengusulkan delapan desa binaan tematik yang tersebar di berbagai wilayah
Indonesia, diantaranya Desa Batu Nanta di Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan
Barat.
Hal tersebut disampaikan Ketua
Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya dalam pertemuan dengan Menteri Desa
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT), Yandri Susanto
pada Senin, (27/4) bertempat di kantor Kemedes PDT, Jakarta.
Dijelaskan usulan tersebut
merupakan jawaban dari permintaan yang dilontarkan Mendes PDT, Yandri Susanto
saat menghadiri silaturrahim Syawal yang digelar DPW LDII Banten pekan lalu.
"Saat di Banten Pak Menteri
minta pada LDII menyiapkan usulan desa binaan tematik. Maka pada kesempatan ini
LDII mengusulkan ada delapan desa binaan tematik," ujar Ketua Umum DPP
LDII, Dody Taufiq Wijaya.
Dody menyebutkan LDII kini telah
mengantongi daftar delapan desa yang siap dikembangkan secara spesifik. Ia
merinci bahwa desa tersebut berada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga
Sulawesi.
Ia memastikan bahwa pihaknya
telah berkomunikasi secara intensif dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD)
serta kepala desa setempat, untuk memetakan potensi dan penggerak di tiap
wilayah.
Ia menegaskan, saat amanah
diberikan untuk membina satu atau dua desa binaan tematik, LDII langsung
bergerak cepat melakukan implementasi di lapangan.
"Kami sudah berkomunikasi
dengan DPD dan kepala desa masing-masing untuk memetakan potensi dan penggerak
di tiap wilayah tersebut," jelasnya.
Dalam audiensi tersebut Yandri
Susanto mengapresiasi usulan LDII. Ia menganggap LDII merupakan mitra strategis
yang memiliki komitmen tinggi dalam berbagai aspek, mulai dari ketahanan pangan
hingga bela negara. Menteri pun menginstruksikan agar segera disusun peta jalan
bersama untuk mengelola desa binaan tersebut.
"Saya sudah sampaikan kepada
Pak Ketum supaya LDII membuat peta jalan desa binaan itu yang akan dikelola
langsung oleh Kemendes bersama LDII," ungkapnya.
Mendes PDT mengungkapkan langkah
ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati
tahun lalu guna menciptakan kemandirian desa secara nyata. Ia menegaskan LDII
merupakan mitra yang telah membuktikan komitmennya melalui berbagai aksi di
lapangan, termasuk pengembangan komoditas sorgum.
"Inti pokoknya kami sudah
melihat komitmen tinggi dari LDII dari berbagai aspek, apakah itu ketahanan
pangan, bela negara, kemudian SDM dan sebagainya itu saya menyaksikan
langsung," ujar Yandri.
Selain pengembangan potensi
ekonomi, pertemuan tersebut menyoroti masalah serius terkait akses informasi.
Yandri memaparkan masih banyak wilayah yang belum tersentuh teknologi
komunikasi.
Ia menyebutkan terdapat sekitar
3.000 desa di Indonesia yang berstatus blank spot atau sama sekali tidak
memiliki sinyal telekomunikasi. Hal tersebut menjadi tantangan untuk menjadikan
desa lebih maju dan sejahtera.
Secara terpisah, Ketua DPW LDII
Kalbar, Susanto mengaku senang Desa Batu Nanta yang ada di Melawi ikut
diusulkan DPP dari delapan desa binaan
tematik.
"Warga LDII di Batu Nanta
sudah menjadi pionir bidang pertanian. Lahan gambut yang awalnya kurang
produktif berkat ketekunan dan sentuhan teknologi menjadi lahan tersebut bisa
produktif," ujarnya.
Bahkan yang dibudidayakan bukan
hanya hortikultura melainkan sudah meningkat budidaya padi.
"Awalnya membuat demplot
Padi di lahan gambut, Alhamdulillah hasilnya maksimal, maka saat ini kami terus
mendorong untuk diperluas. Terlebih dukungan pemerintah setempat juga cukup
besar," imbuh Susanto. (san/tim liputan).
Editor : Heri
