IKLAN









Kualitas Udara Kalbar Memburuk, Mempawah Capai Level Berbahaya

Editor: Redaksi author photo

 Kualitas Udara Kalbar Memburuk, Mempawah Capai Level Berbahaya
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)  – Kualitas udara di Kalimantan Barat pada 24 Maret 2026 menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Berdasarkan data BMKG Kalbar, konsentrasi partikulat PM2.5 di sejumlah wilayah terpantau meningkat signifikan, bahkan mencapai kategori berbahaya.

Wilayah Jongkat, Kabupaten Mempawah, mencatat nilai maksimum harian PM2.5 sebesar 275,8 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB. Angka ini masuk kategori berbahaya, yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dengan nilai maksimum mencapai 120,2 µg/m³. Adapun di Kabupaten Sintang, tepatnya di Sungai Tebelian, kondisi udara masih relatif lebih baik dengan kategori sedang, mencatat nilai maksimum 51,7 µg/m³.

Untuk rata-rata harian, Mempawah tetap berada pada kategori tidak sehat dengan angka 81,0 µg/m³, diikuti Kubu Raya 56,4 µg/m³ (tidak sehat), dan Sintang 15,0 µg/m³ yang tergolong baik.

Grafik pergerakan menunjukkan lonjakan signifikan terjadi pada pagi hari, khususnya di Mempawah yang sempat menyentuh zona merah (sangat tidak sehat hingga berbahaya), sebelum kemudian menurun pada siang hingga malam hari.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan mulai munculnya titik-titik kebakaran lahan di beberapa wilayah, seiring memasuki periode kemarau yang diprediksi datang lebih awal.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah dengan kualitas udara buruk, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk bersama-sama mencegah karhutla agar kualitas udara tidak semakin memburuk dalam beberapa waktu ke depan. (tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini