IKLAN









Bupati Sujiwo Antisipasi Karhutla, Siapkan Sumber Air di Titik Rawan Kebakaran

Editor: Redaksi author photo

 Bupati Sujiwo Antisipasi Karhutla, Siapkan Sumber Air di Titik Rawan Kebakaran
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai muncul di sejumlah titik. Hal ini seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal pada April mendatang. (25/3/2026).


“Beberapa hari ini sudah mulai ada titik-titik kebakaran lahan. Kita sebenarnya sudah siap, hanya saja kendala utama di lapangan adalah ketersediaan sumber air,” ujar Sujiwo saat meninjau lokasi kebakaran.


Ia mencontohkan kondisi di lapangan, di mana kebakaran terjadi namun sulit ditangani karena tidak adanya sumber air di sekitar lokasi. Akibatnya, upaya pemadaman sangat bergantung pada mobil tangki yang jumlahnya terbatas.


Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan segera melakukan pemetaan dan penggalian sumber-sumber air di sejumlah titik rawan kebakaran. Langkah ini dinilai penting agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat saat kebakaran terjadi.


“Kita akan gali beberapa titik sebagai sumber air. Ini penting supaya ketika terjadi kebakaran, kita tidak lagi kesulitan air,” tegasnya.


Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas di antaranya kawasan yang selama ini kerap terjadi kebakaran seperti di sekitar Limbung, kawasan dekat bandara, Parit Kebayan, hingga wilayah Rantau. Termasuk area di sekitar permukiman dan pondok pesantren yang juga rawan terdampak.


Selain itu, Sujiwo juga mengapresiasi kerja keras tim di lapangan, mulai dari BPBD, Damkar, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini aktif membantu penanganan kebakaran meskipun dengan keterbatasan peralatan.


“Kolaborasi ini sangat luar biasa. Tapi memang kita akui peralatan masih terbatas, ini akan menjadi perhatian kami ke depan,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah potensi kemarau panjang yang rawan memicu kebakaran besar.


“Saya mohon dengan sangat kepada masyarakat untuk menahan diri, tidak melakukan pembakaran lahan. Ini demi kebaikan kita bersama,” imbaunya.


Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran lahan.


Menutup pernyataannya, Sujiwo menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini dalam menghadapi bencana.


“Sebaik-baik pertahanan adalah ketika kita sudah siap sebelum kejadian. Jangan sampai kebakaran sudah terjadi, kita baru mencari solusi,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini