BMKG: Awal April 2026, Hujan Kalbar Meningkat tapi Pesisir Berpotensi Kering, Waspada Karhutla!

Editor: Redaksi author photo

BMKG: Awal April 2026, Hujan Kalbar Meningkat tapi Pesisir Berpotensi Kering, Waspada Karhutla!
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis prospek iklim dasarian I (1–10 April 2026). Hasilnya, curah hujan di Kalbar diperkirakan kembali meningkat, namun sejumlah wilayah pesisir justru berpotensi mengalami hujan rendah.

Secara umum, curah hujan berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar 51–150 mm per dasarian, dengan sifat hujan diprediksi normal hingga atas normal. Meski demikian, wilayah seperti Sambas, Singkawang, Mempawah, Pontianak, dan Kubu Raya memiliki peluang lebih dari 70 persen mengalami curah hujan rendah di bawah 50 mm.

Sebaliknya, wilayah hulu seperti Sanggau, Ketapang, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu berpotensi mendapatkan curah hujan lebih tinggi, bahkan di atas 100 mm per dasarian.

BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang relatif netral, termasuk indeks ENSO (-0,07) dan IOD (+0,12) yang tidak memberikan pengaruh signifikan. Selain itu, suhu muka laut di sekitar Kalbar cenderung lebih dingin dari normal, yang turut menekan potensi hujan, terutama di wilayah pesisir.

Sementara itu, pola angin baratan masih dominan pada Maret dan mulai beralih ke timuran pada April, yang ikut memengaruhi distribusi hujan di wilayah Kalbar.

BMKG juga mencatat, hingga akhir Maret 2026, hari tanpa hujan (HTH) terpanjang mencapai 20 hari di wilayah Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, dengan kategori menengah.

Menyikapi kondisi ini, masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk waspada terhadap potensi munculnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mulai menyiapkan cadangan air. Di sisi lain, masyarakat di wilayah hulu juga diminta tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan.

“Informasi ini penting sebagai dasar perencanaan berbagai sektor, termasuk pertanian dan mitigasi bencana,” tulis BMKG dalam rilisnya.

BMKG mengingatkan, pembaruan informasi iklim akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini