RSUD Dr. Soedarso Luncurkan Perdana Fellowship Kardiologi Intervensi di Kalimantan, Tingkatkan SDM Dokter Jantung Daerah

Editor: Redaksi author photo

RSUD Dr. Soedarso Luncurkan Perdana Fellowship Kardiologi Intervensi di Kalimantan, Tingkatkan SDM Dokter Jantung Daerah
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)  – RSUD Dr. Soedarso resmi meluncurkan Pendidikan Fellowship Kardiologi Intervensi dan Proctorship Chronic Total Occlusion (CTO) yang berlangsung selama dua hari, 13 hingga 14 Februari 2026. Program ini menjadi yang pertama digelar di Kalimantan dan menandai langkah besar peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dokter jantung di daerah.


Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI), Dr. Sodiqur Rifqi, yang menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan intervensi jantung di Indonesia.


Direktur RSUD Dr. Soedarso, drg. Harry Agung Tjahyadi, M.Kes, menyampaikan bahwa fellowship ini merupakan bentuk peran aktif rumah sakit daerah dalam mendukung program prioritas nasional Kementerian Kesehatan, yakni Kanker, Jantung, Stroke, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSIK).


“Ini merupakan fellowship intervensi dokter jantung pertama di Kalimantan. Rumah sakit daerah tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga mengambil peran dalam mendidik dokter spesialis jantung yang melanjutkan melalui fellowship. Ini bagian dari upaya meningkatkan mutu dan pemerataan layanan, bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga kabupaten dan kota,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan alat kesehatan seperti catheterization laboratory (cathlab) ke berbagai daerah. Namun, kesiapan SDM menjadi tantangan utama. Karena itu, RSUD Dr. Soedarso dipercaya menyelenggarakan fellowship guna menyiapkan tenaga konsultan intervensi yang nantinya dapat membantu rumah sakit di kabupaten/kota.


Ia menegaskan, Kalimantan Barat kini naik level, tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga pusat pendidikan spesialis jantung pertama di Kalimantan. Dengan demikian, kontribusi Kalbar terhadap peningkatan mutu layanan kardiovaskular nasional semakin signifikan.


Ketua PIKI, Dr. Sodiqur Rifqi, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa dalam bidang CTO, tindakan yang dilakukan adalah membuka pembuluh darah jantung yang tersumbat total untuk kemudian dipasang ring tanpa harus melalui operasi besar seperti metode lama.


“PIKI fokus pada pendidikan dan pengembangan mutu. Jika Kementerian Kesehatan memperluas akses layanan, maka kami memastikan kualitasnya meningkat. Ini sinergi yang sangat baik. CTO merupakan tindakan kompleks untuk membuka sumbatan total pembuluh darah, yang dulu harus melalui operasi. Dengan teknik intervensi modern, harapannya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Pontianak dan Kalbar,” jelasnya.


Sementara itu, dr. Infan Kataren menyampaikan bahwa program fellowship ini berlangsung selama satu tahun dengan peserta perdana satu orang dokter spesialis jantung dari RSUD Dr. Soedarso.


Menurutnya, sejak memiliki fasilitas cathlab pada 2019 dan didukung tiga dokter spesialis jantung, RSUD Dr. Soedarso terus memperkuat kapasitas layanan intervensi. Namun, keberadaan alat tanpa kesiapan SDM tidak akan optimal.


“Program Kemenkes sudah memberikan alat cathlab, tetapi dokter harus siap mengoperasikannya. Karena itu, Sudarso memiliki tanggung jawab mendidik dokter agar memiliki keahlian yang sama, terutama untuk ditempatkan di kabupaten/kota. Kita tidak bisa terus bergantung pada pusat, sementara kebutuhan SDM sangat terbatas,” ungkapnya.


Dengan peluncuran fellowship ini, RSUD Dr. Soedarso tidak hanya berperan sebagai pusat rujukan layanan jantung, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan peningkatan kompetensi dokter intervensi jantung di Kalimantan Barat. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak besar terhadap pemerataan layanan kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Kalbar. (tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini