KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK ) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek iklim Provinsi Kalimantan Barat untuk satuan waktu meteorologi dan klimatologi yang memiliki rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari, berlaku 21–28 Februari 2026.Periode 10 Harian 21–28 Februari, Hujan Kalbar Meningkat: Pesisir Berpotensi Rendah, Sambas–Sanggau Waspada
Secara umum, curah hujan diprediksi berada pada kategori menengah (51–150 mm per 10 hari) dengan sifat hujan normal hingga atas normal. Artinya, sebagian besar wilayah Kalbar masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas cukup signifikan.
Namun, beberapa wilayah pesisir seperti Bengkayang, Kubu Raya, dan Mempawah diprediksi berpeluang mengalami curah hujan rendah (<50 mm per 10 hari) dengan peluang lebih dari 70 persen. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memicu munculnya titik panas serta perlunya antisipasi ketersediaan air.
Di sisi lain, wilayah Sambas, Bengkayang, dan Sanggau masuk kategori waspada karena berpeluang mengalami curah hujan tinggi, bahkan di atas 100 mm per 10 hari dengan peluang lebih dari 70 persen.
BMKG mencatat, kondisi atmosfer saat ini masih dipengaruhi La Nina lemah (Indeks ENSO -0,77) yang diperkirakan beralih menuju fase netral pada Maret 2026. Sementara itu, Indeks IOD berada pada fase positif dan diprediksi menuju netral hingga pertengahan tahun.
Angin baratan juga masih aktif dan diperkirakan berlangsung hingga April 2026, sehingga berkontribusi terhadap potensi hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kalbar.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah dengan potensi hujan tinggi agar waspada terhadap genangan dan banjir lokal. Sedangkan daerah dengan potensi hujan rendah diminta mengantisipasi risiko kebakaran lahan dan mempersiapkan cadangan air.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG untuk mendapatkan pembaruan terkini (Tim Liputan)
Editor :Aan