KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Komitmen penguatan riset berbasis data kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Pojok Statistik Universitas Tanjungpura sebagai bagian dari layanan Perpustakaan Universitas Tanjungpura dalam kegiatan Edukasi Statistik "Literasi Data" Series 1 yang bertajuk Penguatan Literasi dan Pemanfaatan Data Statistik melalui Pojok Statistika sebagai Bagian dari Layanan Perpustakaan Universitas Tanjungpura”. 
Penguatan Literasi dan Pemanfaatan Data Statistik melalui Pojok Statistika sebagai Bagian dari Layanan Perpustakaan Universitas Tanjungpura
Kegiatan ini merupakan upaya sistematis untuk memperkuat literasi statistik sekaligus optimalisasi pemanfaatan data resmi dalam mendukung kualitas penelitian.
Kegiatan ini diikuti oleh 116 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti dan para pengguna data. Kegiatan juga dihadiri oleh Ketua Pojok Statistik UNTAN, Neva Satyahadewi, S.Si., M.Si.,CRA.,CRP.,CRMP dan dosen pengelola pojok statistik UNTAN serta tenaga pengelola layanan perpustakaan UNTAN.
Kegiatan dibuka oleh Abdullah Imam, S.Sos sebagai Kepala UPA Perpustakaan UNTAN. Menurutnya, ”kolaborasi ini menegaskan posisi strategis Pojok Statistik sebagai simpul layanan konsultasi, akses data, dan edukasi statistik di lingkungan kampus”.
Kehadiran UPA Perpustakaan UNTAN memperluas makna kegiatan ini, tidak hanya sebagai forum teknis pemanfaatan data, tetapi sebagai bagian dari gerakan literasi kampus yang komprehensif. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam meningkatkan literasi di semua bidang, mulai dari literasi informasi, literasi data, literasi digital, hingga literasi penelitian.
Melalui integrasi layanan referensi, akses sumber ilmiah, pelatihan penelusuran data, serta pendampingan metodologi, perpustakaan menjadi ruang strategis pembentukan budaya akademik yang kritis, analitis, dan berbasis evidensi.
Kolaborasi dengan BPS melalui Pojok Statistik semakin memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan (knowledge hub) dan penggerak transformasi akademik berbasis data.
Dari pemaparan materi dan diskusi oleh 2 narasumber dari BPS Wilayah Kalimantan Barat, Fazlia Maulida, SST dan Dr. Preatin, SST, M.Si menegaskan bahwa data statistik resmi merupakan fondasi utama dalam menghasilkan riset yang kredibel, terukur, dan berdampak kebijakan.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mendasar mengenai perbedaan data makro (agregat) dan data mikro (individual record), serta bagaimana keduanya dapat dimanfaatkan secara optimal dalam penelitian akademik.
Perguruan tinggi didorong untuk menjadikan data sebagai basis argumentasi ilmiah serta penyusunan rekomendasi berbasis bukti (evidence-based policy). Peserta diperkenalkan pada berbagai sumber data strategis seperti SUSENAS, SAKERNAS, Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi, termasuk mekanisme akses data melalui sistem SILASTIK serta layanan nol rupiah bagi institusi pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.
Selain penguatan kapasitas teknis, diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis Kalimantan Barat yang potensial menjadi agenda riset, antara lain ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), akses digital, kesehatan dan perlindungan sosial, sanitasi dan lingkungan, serta tantangan ketenagakerjaan generasi muda.
Preatin menyampaikan bahwa melalui pemanfaatan data resmi BPS, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan riset yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga berkontribusi pada penyusunan kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Neva Satyahadewi sebagai Ketua Pengelola Pojok Statistik UNTAN juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kolaboratif antara UNTAN dan BPS dalam meningkatkan literasi statistik serta memperkuat ekosistem penelitian berbasis data. Ke depan, Pojok Statistik akan terus menjadi simpul layanan konsultasi data, metodologi statistik, dan pengolahan data bagi sivitas akademika.(Tim Liputan)
Editor : Aan