Kualitas Udara Kalbar Memburuk, Mempawah Tertinggi Tembus 102,1 µg/m³

Editor: Redaksi author photo

 Kualitas Udara Kalbar Memburuk, Mempawah Tertinggi Tembus 102,1 µg/m³
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2.5 pada 15 Februari 2026. Hasilnya, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat tercatat mengalami peningkatan konsentrasi partikel halus yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.


Berdasarkan grafik dan tabel pemantauan, Kabupaten Mempawah mencatat nilai maksimum harian tertinggi dengan angka 102,1 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB. Angka tersebut masuk dalam kategori Tidak Sehat, yang berarti kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan perlu membatasi aktivitas di luar ruangan.


Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya melalui Kecamatan Sungai Raya mencatat nilai maksimum 62 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB dengan kategori Tidak Sehat. Meski demikian, rata-rata hariannya berada di angka 29,3 µg/m³ dan masuk kategori Sedang.


Berbeda dengan dua wilayah tersebut, Kabupaten Sintang terpantau relatif lebih baik. Kecamatan Sungai Tebelian hanya mencatat nilai maksimum 9,8 µg/m³ dan rata-rata harian 4,3 µg/m³, keduanya masuk kategori Baik.


Dalam klasifikasi indeks PM2.5, kategori dibagi menjadi:

  • Baik (0–15,5 µg/m³)

  • Sedang (15,6–55,4 µg/m³)

  • Tidak Sehat (55,5–150,4 µg/m³)

  • Sangat Tidak Sehat (150,5–250,4 µg/m³)

  • Berbahaya (>250 µg/m³)

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah dengan kategori Tidak Sehat, untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta memperbanyak konsumsi air putih guna meminimalkan dampak paparan polusi udara.


Perubahan kualitas udara ini menjadi perhatian serius, mengingat partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat masuk hingga ke paru-paru bahkan aliran darah. Pemantauan berkala dan langkah pencegahan dinilai penting untuk menjaga kesehatan masyarakat Kalimantan Barat. (tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini