![]() |
| Kepala Bapas Kelas I Semarang Sematkan Tanda Pangkat, Sebagai Bentuk Komitmen Kerja Nyata dan Berikan Pelayanan PRIMA |
KALBARNEWS.CO.ID (SEMARANG) - Bapas Kelas I Semarang berkomitmen penuh pada "Kerja Nyata dan Pelayanan PRIMA" melalui Tim HEBAT (Humble-Honest, Excellent, Brave, Agile, Transcendent-Taqwa). Komitmen ini diwujudkan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, integritas tinggi, anti-gratifikasi, dan inovasi dalam pembimbingan kemasyarakatan (Bimas) serta penelitian masyarakat (Litmas) untuk mendukung reintegrasi klien.
Sebagai perwujudan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani. Komitmen ini ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM oleh seluruh jajaran pegawai sebagai wujud kesungguhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima disaksikan oleh Aparat Penegak Hukum terkait, Selasa (03/02/2026).
Kegiatan dihadiri oleh seluruh pegawai Bapas Kelas I Semarang serta tamu undangan, yaitu Pengadilan Negeri Kota Semarang, Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Polrestabes Semarang, dan pimpinan Pondok Pesantren Abwabun Nurul Maghfiroh.
Kegiatan juga dirangkaikan penyematan tanda pangkat dan penyerahan Surat Keputusan kenaikan pangkat satu tingkat oleh Kepala Bapas Kelas I Semarang kepada pegawai Susilowati, A.Md.IP., S.Pd., M.Pd dari golongan IV/b menjadi IV/c dan Abdul Rasyid Hendarto, S.Psi dari golongan III/c menjadi III/d.
Sebagai wujud keseriusan peningkatan kualitas pelayanan publik juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang dengan :
A. PT. XLSmart Telecom Sejahtera (XLSMART) tentang Penyelenggaraan Kegiatan XLSMART Goes To School dan Sanak Bassama sebagai bentuk dukungan edukasi, literasi digital, dan pembinaan sosial bagi klien pemasyarakatan,
B. Pondok Pesantren Abwabun Nurul Maghfiroh tentang Pembentukan dan Penyelenggaraan Griya Abhipraya Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang sebagai sarana pembinaan kepribadian, keagamaan, dan penguatan karakter bagi klien pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi pegawai sekaligus amanah untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam bekerja.
Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama dengan para mitra strategis merupakan langkah konkret memperluas jejaring pembinaan guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, namun merupakan komitmen moral seluruh pegawai untuk menolak praktik korupsi, meningkatkan kualitas layanan, serta mewujudkan Bapas Kelas I Semarang sebagai satuan kerja yang berpredikat WBK dan WBBM.
"Kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan profesionalisme dalam bekerja. Jadikan capaian ini sebagai pemicu untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” ungkapnya.
"Penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) mitra Bapas bertujuan memperkuat pembimbingan klien pemasyarakatan dan mendukung implementasi pidana alternatif kerja sosial, pelayanan kepada masyarakat sesuai KUHP Nasional dan ramah anak," jelas Totok.
Lebih lanjut, Kepala Bapas Kelas I Semarang juga memberikan motivasi kepada seluruh jajaran agar senantiasa meningkatkan kompetensi, disiplin, serta loyalitas terhadap tugas dan fungsi pemasyarakatan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas di lingkungan Bapas Kelas I Semarang.
Selain penandatanganan pakta integritas, kegiatan juga dirangkaikan dengan penguatan komitmen internal, penyampaian arahan pimpinan, serta evaluasi capaian kinerja sebagai langkah konkret memastikan setiap program berjalan selaras dengan prinsip good governance.
Hal ini sekaligus menjadi upaya membangun sistem kerja yang efektif, pengawasan melekat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Tim Liputan)
Editor : fds
