KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Dalam beberapa pekan terakhir, Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. 
Kabut Asap Karhutla Selimuti Pontianak, BKMI UNTAN Bagikan Ribuan Masker untuk Warga
Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun hingga berada pada kategori kurang sehat bahkan tidak sehat, sehingga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat serta aktivitas harian. Sejumlah sekolah pun melakukan penyesuaian jadwal, sementara masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Kerohanian Mahasiswa Islam Universitas Tanjungpura (BKMI UNTAN) melalui Bidang Kajian Strategis dan Sosial Kemasyarakatan (KSSK) menginisiasi aksi kemanusiaan berupa pembagian masker kepada masyarakat. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus langkah nyata mahasiswa dalam merespons memburuknya kualitas udara di Kota Pontianak.
Sekretaris Jenderal BKMI UNTAN, Fadhil Agung Nugraha, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap dampak karhutla yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melihat kondisi udara yang semakin tidak sehat akibat kebakaran hutan, kami merasa perlu untuk bergerak. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar kecil kami dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Respon positif pun datang dari berbagai pihak. Melalui Bidang Jaringan, BKMI UNTAN mengajak sejumlah organisasi yang memiliki kepedulian serupa untuk terlibat dalam aksi ini, di antaranya Rumah Zakat, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HMS) FISIP UNTAN, dan KSR PMI UNTAN. Kepala Bidang Jaringan BKMI UNTAN, Angga, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memperkuat dampak kegiatan.
“Masalah kualitas udara ini dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, sehingga kolaborasi menjadi kunci agar aksi yang dilakukan lebih luas dan bermakna,” katanya.
Sekitar dua ribu masker dibagikan pada di kawasan Bundaran Digulis. Sasaran pembagian meliputi pengendara yang melintas serta masyarakat yang sedang berolahraga di sekitar area tersebut. Aksi ini tidak hanya bertujuan membantu melindungi kesehatan warga, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Semangat kolaborasi juga tercermin dari keterlibatan mitra kegiatan. Program Leader Rumah Zakat Kalimantan Barat, Halimah, menyampaikan apresiasinya kepada BKMI UNTAN atas inisiatif tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik antara BKMI UNTAN, Rumah Zakat, serta PMI UNTAN. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ungkap salah satu relawan Rumah Zakat.
Sementara itu, Ketua KSR PMI UNTAN menegaskan bahwa pembagian masker ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Ia berharap masker yang dibagikan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HMS) FISIP UNTAN, Engki Hasugian, juga menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Melihat kualitas udara di Kota Pontianak yang semakin memburuk, kami berinisiatif untuk bergerak bersama dalam aksi kemanusiaan ini. Kolaborasi dengan BKMI, Rumah Zakat, dan PMI diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi positif di tengah menurunnya kualitas udara akibat karhutla, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial dan kolaborasi di kalangan generasi muda serta masyarakat Kota Pontianak. (tim Liputan)
Editor : Aan