Enam Santri Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Terima Ijazah, Lanjutkan Amanah Pendiri

Editor: Redaksi author photo
Enam Santri Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Resmi Terima Ijazah

KALBARNEWS.CO.ID (PADANG PARIAMAN) – Enam orang santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas resmi menerima ijazah dalam sebuah acara khidmat yang digelar pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Pemberian ijazah tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah dan pendidikan yang telah dirintis oleh almarhum pendiri pesantren, H. Sulkani TK Sutan.

 

Enam santri yang menerima ijazah tersebut merupakan amanah langsung dari pendiri pesantren, sebagai generasi penerus perjuangan keilmuan dan pengabdian di tengah masyarakat. Mereka adalah:

 

  1. Abdul Jamil Al Rasyid, S.Hum (Pimpinan PPMINI dan putra pendiri, Abuya H. Sulkani TK Sutan), berasal dari Tandikek, Nagari Tandikek Utara.
  2. Bagas Mulya Perdana dari Kampuang Baru, Nagari Batu Kalang Utara.
  3. Mandala Adi Putra dari Data, Nagari Tandikek.
  4. Muhammad Iqbal dari Kampuang Paneh, Nagari Tandikek Barat.
  5. Muhammad Fajar dari Kampuang Paneh, Nagari Tandikek Barat.
  6. Riski Candra, S.Pd dari Kampuang Apa, Nagari Tandikek Utara.

 

Acara tersebut turut dihadiri oleh Amukaram Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah, Abuya TK Sidi Jalalen, yang merupakan guru dari almarhum H. Sulkani TK Sutan. Dalam sambutannya, Abuya TK Sidi Jalalen berpesan agar seluruh santri terus melanjutkan cita-cita luhur pendiri pesantren.

 

“Perjuangan dalam menuntut dan mengamalkan ilmu tidak boleh berhenti. Santri harus menjadi penerang di tengah masyarakat, sebagaimana yang dicita-citakan oleh almarhum H. Sulkani TK Sutan,” pesannya.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Nagari Tandikek Saharudin, Wali Korong Lubuak Aro Bakri Hosen, para pemuka masyarakat Lubuak Aro, tamu undangan masyarakat Tandikek, serta guru tuo dari Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah Buluah Kasok Sungai Sariak.

 

Selain prosesi pemberian ijazah, acara semakin semarak dengan pemberian hadiah Muhadarah dan lomba cerdas cermat antar santri. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah sekaligus mengasah kemampuan intelektual dan mental para santri.

 

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar para santri yang telah menerima ijazah mampu mengemban amanah ilmu dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini