| Waspada! Kualitas Udara Kubu Raya Sempat Masuk Kategori "Tidak Sehat" Akibat Lonjakan Titik Panas |
Kabupaten Kubu Raya mencatat konsentrasi $PM_{2.5}$ tertinggi dibandingkan wilayah pantauan lainnya. Pada pukul 20.00 WIB, konsentrasi partikulat di wilayah ini menyentuh angka $68,9\ \mu g/m^3$, yang masuk dalam kategori TIDAK SEHAT.
Berikut adalah detail pantauan tertinggi di tiga stasiun:
Kubu Raya: $68,9\ \mu g/m^3$ (TIDAK SEHAT) pada pukul 20.00 WIB.
Mempawah: $54,8\ \mu g/m^3$ (SEDANG) pada pukul 22.00 WIB.
Sintang: $17,1\ \mu g/m^3$ (SEDANG) pada pukul 20.00 WIB.
Sebaran Titik Panas (Hotspot) Meningkat
Kondisi penurunan kualitas udara ini sejalan dengan terdeteksinya sejumlah titik panas di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, tercatat total 62 titik panas di seluruh provinsi selama periode 17 Januari 2026.
Kubu Raya menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu 29 titik (28 tingkat kepercayaan menengah, 1 tingkat kepercayaan tinggi). Sebaran titik panas lainnya ditemukan di:
Mempawah: 10 titik.
Landak: 8 titik.
Sambas dan Sanggau: masing-masing 5 titik.
Wilayah lain seperti Sintang, Pontianak, dan Melawi juga terdeteksi memiliki sebaran titik panas dengan jumlah yang lebih rendah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga kesehatan pernapasan, terutama saat kualitas udara mulai menurun pada malam hari. (Tim Liputan)
Editor : Aan