Prakiraan Cuaca 24–25 Februari 2026: Hujan dan Petir Masih Dominasi Kalimantan Barat

Editor: Redaksi author photo

 Prakiraan Cuaca 24–25 Februari 2026: Hujan dan Petir Masih Dominasi Kalimantan Barat
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis prakiraan cuaca wilayah Kalimantan Barat yang berlaku Selasa, 24 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu, 25 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

Secara umum, sebagian besar kabupaten/kota di Kalbar diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai potensi petir terutama pada siang dan sore hari.

Wilayah Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sekadau, Melawi, Kubu Raya, Kayong Utara, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang berpotensi diguyur hujan sejak pagi hingga malam. Hujan petir diperkirakan terjadi di sejumlah daerah seperti Mempawah, Sintang, Kapuas Hulu, Landak, Sekadau, serta Kota Singkawang pada rentang waktu siang hingga sore hari.

Suhu udara di Kalbar berkisar antara 17 hingga 31 derajat Celcius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kapuas Hulu (17°C), sementara suhu tertinggi berpotensi mencapai 31°C di Ketapang dan Kapuas Hulu.

Kecepatan angin umumnya berada di kisaran 12–31 km/jam. Angin paling kencang berpotensi terjadi di Ketapang dengan kecepatan mencapai 31 km/jam. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, berkisar antara 55 hingga 100 persen, yang mendukung terbentuknya awan hujan di hampir seluruh wilayah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba, terutama pada siang dan sore hari. Pengguna jalan diminta berhati-hati terhadap genangan air dan jarak pandang yang menurun saat hujan deras.

Nelayan serta pengguna transportasi sungai dan laut juga disarankan memperhatikan informasi kecepatan angin sebelum beraktivitas.

Prakiraan ini dipublikasikan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 08.09 WIB dan berlaku hingga pembaruan berikutnya. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi cuaca guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini