KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Raya–Serdam menuju Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap. Jumat (23/1/2026).
Tinjau Karhutla Jalan Raya Serdam - Punggur Kecil, Bupati Sujiwo Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelaku Pembakaran
Menurut Sujiwo dampak karhutla sangat luas dan serius tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengganggu berbagai sektor, termasuk pendidikan. Ia menyebut, dalam kondisi asap yang parah aktivitas belajar mengajar bahkan terpaksa dihentikan demi keselamatan anak-anak.
“Kalau asap sudah parah, sekolah bisa diliburkan. Ini dampaknya luar biasa, bukan hanya lingkungan, tapi pendidikan dan sektor lainnya ikut terganggu,” tegas Sujiwo.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku pembakaran, baik perorangan maupun perusahaan. Untuk itu, Sujiwo mengaku telah melakukan koordinasi intensif dengan Kapolres Kubu Raya, termasuk Kasat Reskrim dan jajaran pejabat utama Polres, guna memastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan tanpa pandang bulu.
“Siapapun yang melanggar harus bertanggung jawab. Tidak ada toleransi, apalagi jika melibatkan perusahaan. Semua sedang kami awasi dan atensi serius,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan rasa haru dan apresiasinya kepada para petugas pemadam kebakaran, BPBD, relawan, dan damkar swasta yang berjibaku memadamkan api hingga berjam-jam, bahkan saat masyarakat lain terlelap tidur.
“Tengah malam saat kita tidur nyenyak, mereka masih di lapangan berjuang 5 sampai 6 jam. Itu luar biasa dan sangat menyentuh hati,” ungkapnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Sujiwo memastikan pemerintah daerah akan menjamin dukungan penuh terhadap petugas pemadam, termasuk penyediaan peralatan, logistik, hingga kebutuhan operasional di lapangan. Ia juga berencana memberikan apresiasi khusus kepada petugas yang terlibat langsung dalam pemadaman.
Berdasarkan informasi BMKG, Sujiwo menyebutkan bahwa hingga 28 Januari belum ada tanda-tanda hujan, sehingga potensi karhutla masih harus diantisipasi secara serius dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Sujiwo menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, aparat, serta insan pers yang terus membantu pemerintah daerah dalam upaya penanganan karhutla.
“Kami akan bertanggung jawab penuh. Terima kasih kepada semua pejuang di lapangan dan rekan-rekan media yang terus membantu menyuarakan upaya pemadaman ini,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan