Meski Transfer Dipangkas Hampir Rp400 Miliar, Bupati Sujiwo Pastikan Pelayanan Publik Kubu Raya Tetap Aman

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Pastikan Pelayanan Publik Kubu Raya Tetap Aman
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa pemangkasan transfer ke daerah tidak akan melemahkan kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Meski pada tahun 2026 Kubu Raya menjadi daerah dengan pengurangan transfer tertinggi di Kalimantan Barat, pelayanan publik dan seluruh program pembangunan dipastikan tetap berjalan. (7/1/2025).


Hal tersebut disampaikan Sujiwo usai menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa capaian pengelolaan fiskal Kabupaten Kubu Raya menjadi yang tertinggi, bahkan di tingkat regional Kalimantan.


“Untuk tahun 2026, Kubu Raya memang mendapat pengurangan transfer ke daerah sekitar Rp334 miliar. Jika ditambah Dana Desa, totalnya mencapai Rp397 miliar atau hampir Rp400 miliar. Namun saya tegaskan, ini tidak boleh mengganggu pelayanan publik. Semua program harus tetap berjalan,” tegas Sujiwo.


Bupati Sujiwo mengungkapkan di tengah kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya justru memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Hasilnya, sejumlah program pembangunan strategis dengan nilai hampir Rp200 miliar kini tengah berproses di awal tahun 2026.


“Di antaranya ada pembangunan sekitar Rp33 miliar, IGD senilai Rp40 miliar, bantuan SPAM PDAM Rp93 miliar, pembangunan jalan di tiga titik sekitar Rp40 miliar, kelanjutan Sungai It Rp20 miliar, serta Sungai Raya Dalam Rp15 miliar. Totalnya lebih dari Rp200 miliar dan ini semua bukan bersumber dari TKD,” jelasnya.


Menurut Sujiwo, kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat justru menjadi pemicu semangat bagi jajarannya untuk bekerja lebih kreatif dan agresif mencari sumber pembiayaan pembangunan.


“Kita tidak boleh lemah atau kehilangan semangat. Justru ini menjadi trigger, menjadi ujian yang harus kita jawab bersama-sama,” ujarnya.


Bupati Sujiwo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta para wakil rakyat asal Kalimantan Barat di DPR RI yang dinilai sangat membantu memperjuangkan pembangunan di Kubu Raya.


“Berkat doa masyarakat Kubu Raya dan kebaikan Tuhan Yang Maha Kuasa, serta dukungan teman-teman di Jakarta, termasuk Menteri Keuangan, Dirjen, dan para wakil rakyat di DPR RI, kami sangat terbantu. Ini membuktikan bahwa sinergi pusat dan daerah sangat menentukan,” katanya.


Menutup pernyataannya, Sujiwo kembali menegaskan komitmennya kepada masyarakat bahwa pengurangan anggaran tidak akan berdampak pada kualitas pelayanan publik.


“Saya sampaikan kepada teman-teman media, meskipun kita dipangkas cukup besar, pelayanan publik tetap jalan dan seluruh program pembangunan tetap dilaksanakan,” pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini