KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Saat ini kalbar memasuki pada minimnya curah hujan yang terkadang akan mengakibatkan karhutla. Selain faktor aktivitas manusia dan kondisi cuaca, minimnya hujan menyebabkan polutan tidak terbilas dari atmosfer, sehingga konsentrasi partikel halus bertahan lebih lama di udara. Ditambah dengan asap dari karhutla, kualitas udara semakin memburuk dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.Mau Tahu Arti Kualitas Udara Di PM2.5 Tembus 116,5 µg/m³
PM2.5 tembus 116,5 µg/m³ artinya kandungan partikel polusi udara berukuran sangat kecil (PM2.5) di udara Kubu Raya berada pada tingkat yang berbahaya bagi kesehatan.
PM2.5 adalah partikel debu halus berdiameter lebih kecil dari 2,5 mikrometer (sekitar 30 kali lebih kecil dari rambut manusia). Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini mudah terhirup dan masuk hingga ke paru-paru, bahkan ke aliran darah.
Angka 116,5 µg/m³ (mikrogram per meter kubik) menunjukkan jumlah partikel PM2.5 dalam setiap satu meter kubik udara. Nilai ini masuk dalam kategori “Tidak Sehat”, karena sudah melewati ambang batas aman kualitas udara.
Dampaknya bagi kesehatan:
-
Menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan
-
Memicu batuk, sesak napas, dan gangguan pernapasan
-
Memperburuk penyakit asma dan paru-paru
-
Berisiko bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung
Dalam kondisi PM2.5 setinggi ini, masyarakat disarankan untuk:
-
Mengurangi aktivitas di luar ruangan
-
Menggunakan masker saat berada di luar rumah
-
Menutup jendela rumah jika memungkinkan
-
Segera mencari udara bersih jika mengalami keluhan pernapasan
Singkatnya, PM2.5 tembus 116,5 µg/m³ menandakan udara sedang tercemar cukup serius dan perlu diwaspadai, terutama demi kesehatan masyarakat.(tim Liputan)
Editor : Aan