![]() |
| Mahasiswa Fisioterapi FIK UPB Laksanakan Skrining dan Program Latihan untuk Meningkatkan Performa Atlet Taekwondo |
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik dan pengabdian kepada komunitas olahraga. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2025, bertempat di Klub Taekwondo KSC SMKN 1 Pontianak, yang berlokasi di lingkungan SMKN 1 Pontianak.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu atlet taekwondo dalam meningkatkan performa latihan dan meminimalkan risiko cedera melalui pendekatan fisioterapi yang bersifat preventif, promotif, dan aplikatif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa fisioterapi melakukan skrining fleksibilitas dan kelincahan (agility) sebagai komponen utama kondisi fisik yang sangat berpengaruh terhadap efektivitas gerak dan kemampuan bertanding atlet taekwondo.
Skrining fleksibilitas dilakukan untuk menilai kemampuan otot dan sendi dalam mencapai rentang gerak optimal, khususnya pada ekstremitas bawah yang dominan digunakan dalam gerakan tendangan, lompatan, dan perubahan arah.
Sementara itu, skrining agility dilakukan untuk menilai kemampuan atlet dalam melakukan perubahan arah secara cepat, terkontrol, dan efisien, yang merupakan tuntutan utama dalam cabang olahraga taekwondo, baik pada nomor poomsae maupun kyorugi.
Berdasarkan hasil skrining yang diperoleh, mahasiswa fisioterapi kemudian memberikan program latihan fisioterapi yang disesuaikan dengan kondisi atlet, salah satunya melalui penerapan metode contract–relax.
Metode contract–relax merupakan teknik peregangan yang bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas otot melalui mekanisme kontraksi dan relaksasi terkontrol.
Teknik ini dinilai efektif dalam membantu meningkatkan panjang otot, mengurangi kekakuan, serta memperbaiki kontrol neuromuskular, sehingga diharapkan mampu menunjang peningkatan performa atlet dalam latihan maupun pertandingan.
Selain pemberian program latihan, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat kepada atlet dan pelatih mengenai pentingnya fleksibilitas, kelincahan, serta penerapan latihan yang aman dan terstruktur.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman atlet terhadap kondisi tubuhnya sendiri serta mendorong penerapan latihan yang berkelanjutan dan sesuai prinsip kesehatan olahraga.
Dosen Fisioterapi UPB Listya Triandari, Ftr., M.Fis mengatakan fisioterapi komunitas dapat menjadi wahana pembelajaran kepada mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan program preventif yang spesifik khusunya pada atlit taekwondo dengab harapan mendorong prestasi atlit lebih optimal.
"Kegiatan ini juga sebagai bagian kemandirian komunitas dalam menjaga kesehatan fisik dan performa,''ungkap Dosen Fisioterapi UPB Listya Triandari, Ftr., M.Fis
Ketua pelaksana kegiatan Reval Novaldy menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa fisioterapi untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan pemeriksaan dan intervensi fisioterapi, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan komunitas olahraga serta memahami kebutuhan atlet secara langsung,” ungkap Reval Novaldy.
Pelatih dan atlet Klub Taekwondo KSC SMKN 1 Pontianak Elfandry Bayunanda, M.Kom mengatakan kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena kegiatan skrining dan pemberian program latihan ini memberikan manfaat positif, terutama dalam meningkatkan kesadaran atlet terhadap pentingnya kondisi fisik penunjang performa serta upaya pencegahan cedera sejak dini.
"Kami berharap kerja sama dengan mahasiswa dan institusi pendidikan dapat terus berlanjut di masa mendatang," jelas Elfandry Bayunanda, M.Kom
Melalui kegiatan praktik lapangan ini, mahasiswa Fisioterapi FIK UPB menunjukkan peran aktif dalam mendukung pengembangan prestasi olahraga melalui pendekatan ilmiah dan berbasis evidence.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam membangun sinergi dengan komunitas olahraga serta meningkatkan kualitas kesehatan dan performa atlet di Kota Pontianak. (Tho)
Editor : Aan
