KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis informasi kualitas udara harian berbasis Particulate Matter 2.5 (PM2.5) untuk tanggal 22 Januari 2026. Secara umum, kualitas udara di Kalimantan Barat berada pada kategori sedang. Kualitas Udara Kalbar Kategori Sedang, PM2.5 Kubu Raya Sempat Masuk Level Sangat Tidak Sehat
Analisis dilakukan berdasarkan data pemantauan dari tiga stasiun kualitas udara, yakni Mempawah, Kubu Raya, dan Sintang, untuk periode pengamatan pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.
BMKG mencatat, konsentrasi PM2.5 tertinggi terjadi di wilayah Kubu Raya, yang mencapai 177,2 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat, yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Sementara itu, di Mempawah, konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat sebesar 24,3 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB, dan di Sintang mencapai 22,1 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB. Kedua wilayah tersebut berada pada kategori sedang.
Grafik pemantauan menunjukkan, lonjakan PM2.5 di Kubu Raya terjadi pada dini hari hingga pagi hari, sebelum kembali menurun pada siang hari. Sedangkan di Mempawah dan Sintang, fluktuasi konsentrasi PM2.5 relatif stabil dan tidak menembus kategori tidak sehat.
BMKG menjelaskan, partikel PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan jika terpapar dalam konsentrasi tinggi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. BMKG menyarankan agar warga mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.
Informasi resmi dan terkini terkait kualitas udara di Kalimantan Barat dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web Stasiun Klimatologi Kalbar dan media sosial Info BMKG. (Tim Liputan)
Editor : Aan