KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung ke lapangan bersama Kepala BPBD, Kapolres Kubu Raya, serta tim gabungan untuk memantau dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Kubu Raya. Hingga hari ini, tercatat sebanyak 58 titik api tersebar di sejumlah lokasi. (25/1/2026).
Karhutla Kubu Raya Meluas, Bupati Sujiwo Turun Langsung Beri Semangat Relawan
Sujiwo mengatakan, kondisi kemarau yang terjadi membuat Kubu Raya kembali menjadi daerah rawan karhutla. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan berpangku tangan dan memilih pasrah terhadap kondisi tersebut.
“Kita memang langganan karhutla saat kemarau, tapi kita tidak boleh berpasrah diri. Kita harus terus berupaya. Sebagai pimpinan daerah, saya harus hadir memberi motivasi dan semangat kepada para relawan,” ujarnya di sela-sela pemantauan lapangan.
Menurutnya, upaya pemadaman dilakukan tanpa mengenal waktu. Bahkan hingga larut malam, tim gabungan masih berjibaku di lokasi kebakaran untuk memastikan api dapat dikendalikan.
“Tadi malam saya pantau sampai tengah malam, masih ada yang melakukan pemadaman. Ini luar biasa,” katanya.
Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api, damkar swasta, hingga Manggala Agni. Seluruh pihak bekerja sama dengan pembagian sektor pemadaman agar penanganan lebih efektif.
“Saya akan bersama teman-teman relawan, baik TNI, Polri, BPBD, damkar, masyarakat peduli api, damkar swasta, Manggala Agni, dan semua pihak. Terima kasih, ini kerja yang luar biasa,” ucap Sujiwo.
Di akhir keterangannya, Bupati Sujiwo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun atau ladang, mengingat kondisi cuaca masih kering dan belum ada tanda-tanda turunnya hujan.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar karhutla ini bisa kita atasi. Dan kami ingatkan, jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan