KALBARNEWS.CO.ID (SEMARANG) - Kolaborasi antara dunia akademik dan layanan
kesehatan kembali melahirkan inovasi di bidang keperawatan. Mahasiswa Spesialis
Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bersama tenaga klinik
dan dosen berhasil mengembangkan terapi kombinasi aromaterapi lavender dan
latihan napas dalam terbimbing (Guided Deep Breathing) yang terbukti efektif
menurunkan kecemasan dan nyeri pasien dengan minim efek samping.
Inovasi Mahasiswa Spesialis KMB Unimus Berbasis Kolaborasi: Terapi Lavender-Guided Breathing Efektif Turunkan Nyeri dan Kecemasan Pasien Rumah Sakit
Terapi ini dikembangkan oleh Zuniati, mahasiswa
Spesialis Medikal Bedah Unimus, melalui kolaborasi dengan pembimbing klinik di
RSUP Dr. Kariadi Semarang, Enggar Purnaningsih, serta dosen Spesialis
Keperawatan Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji.
Diterapkan Langsung di RSUP Dr. Kariadi
Terapi kombinasi ini telah diterapkan langsung pada
pasien di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai bagian dari intervensi keperawatan
nonfarmakologis. Pelaksanaannya dilakukan secara terstruktur melalui Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang mengintegrasikan inhalasi aromaterapi lavender
dengan latihan napas dalam terbimbing, sehingga mudah diaplikasikan oleh
perawat di ruang perawatan.
Zuniati mengungkapkan rasa syukurnya atas
keberhasilan implementasi terapi tersebut.
“Saya bersyukur dapat mengimplementasikan terapi
ini dengan baik pada pasien. Selama pelaksanaan, terlihat adanya penurunan
kecemasan dan nyeri, serta pasien tampak lebih rileks,” ujarnya.
Pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi, Enggar
Purnaningsih, menilai terapi ini memberikan manfaat nyata dalam praktik
keperawatan sehari-hari.
“Terapi kombinasi ini efektif membantu menurunkan
kecemasan dan nyeri pasien. Selain itu, intervensinya aman, sederhana, dan
mudah dilakukan oleh perawat,” jelasnya.
Pendekatan Holistik dan Aman
Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna
Aji, menegaskan bahwa terapi ini merupakan inovasi penting dalam pengembangan
praktik keperawatan berbasis bukti.
“Ini adalah terapi kombinasi nonfarmakologis yang
efektif dengan minim efek samping. Pendekatan ini mendukung keperawatan
holistik karena mampu menangani aspek fisik dan psikologis pasien secara
bersamaan,” katanya.
Menurutnya, integrasi dua intervensi relaksasi
dalam satu SOP terstandar menjadi kekuatan utama terapi ini, karena
memungkinkan penerapan yang konsisten dan replikasi di berbagai fasilitas
pelayanan kesehatan.
Telah Tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual
Sebagai bentuk pengakuan atas kebaruan dan
orisinalitas metode, terapi kombinasi aromaterapi lavender dan Guided Deep
Breathing ini telah resmi tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada
Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Pencatatan HKI tersebut menegaskan bahwa inovasi
ini tidak hanya berbasis praktik klinis, tetapi juga memiliki landasan akademik
dan hukum yang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dengan keberhasilan implementasi di RSUP Dr.
Kariadi Semarang, terapi ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi
keperawatan nonfarmakologis yang aman, efektif, dan mudah diadopsi oleh rumah
sakit di berbagai daerah di Indonesia. (tim Liputan)
Editor : Aan