![]() |
| Bupati Sujiwo: Mutasi ASN Bukan Hukuman, Tapi Amanah dan Kunci Percepatan Pembangunan Kubu Raya |
Hal itu disampaikannya pada acara pengukuhan, pelantikan, dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat pimpinan tinggi, administrator, pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Senin (19/1/2026).
Menurut Sujiwo, seorang ASN tidak boleh terlalu lama berada di satu bidang atau jabatan karena dapat menghambat dinamika organisasi. Ia menekankan bahwa konsekuensi menjadi ASN adalah kesiapan ditempatkan di mana saja dan kapan saja.
“Tidak ada jabatan kering atau jabatan kecil. Semua jabatan adalah amanah, tanggung jawab, dan kepercayaan yang kelak akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada rakyat tetapi juga kepada Tuhan,” tegasnya.
Sujiwo mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan ASN—baik dengan Al-Qur’an maupun Alkitab—bukan sekadar formalitas, melainkan janji moral dan spiritual yang memiliki konsekuensi besar.
Dalam arahannya, Sujiwo membagi ASN ke dalam tiga kelompok. Pertama, kelompok rising star, yakni ASN yang mampu beradaptasi di mana pun ditugaskan dan diharapkan menjadi agen perubahan. Kedua, kelompok menengah yang bekerja optimal jika sesuai dengan latar belakang dan talenta, namun masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Ketiga, ASN yang membutuhkan pembinaan lebih serius agar mampu bertransformasi dan meningkatkan kapasitas diri.
“Tantangan kita ke depan sangat besar. Kubu Raya menjadi salah satu kabupaten dengan pengurangan transfer ke daerah tertinggi, hampir Rp400 miliar. Ini menuntut ASN bekerja lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif,” ujarnya.
Meski demikian, Sujiwo memastikan bahwa mutasi jabatan tidak akan mengganggu pelayanan publik. Ia mengungkapkan bahwa pada awal 2026, Kubu Raya berhasil mengamankan anggaran sekitar Rp207 miliar dari APBN untuk berbagai program strategis, termasuk sektor air bersih dan infrastruktur.
Ia juga menyampaikan capaian makro daerah, mulai dari laju pertumbuhan ekonomi 2025 yang tercatat positif, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di tengah tantangan seperti penutupan beberapa pusat perbelanjaan, Pemkab Kubu Raya terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka.
Salah satu program prioritas yang ditekankan Sujiwo adalah pembangunan Jalan Poros Ekonomi. Program ini diyakini menjadi pengungkit utama pergerakan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penurunan pengangguran dan kemiskinan.
“Ketika jalan poros ekonomi terbangun dengan baik dan fungsional, pergerakan ekonomi akan tumbuh, peluang usaha bermunculan, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Ini tidak mungkin berhasil tanpa peran aktif ASN,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan
