| PT Sawit Nabati Agro - IOI Group Bekerjasama Dengan PT Cedar Karyatama Lestarindo Lakukan Pelatihan Tehnik Budidaya Kelapa Sawit Dan Tatacara Proses Pengurusan Stdb Di Tiga Desa. |
KALBARNEWS.CO.ID (KENDAWANAGAN) - PT Sawit Nabati Agro – IOI Group, adalah perusahaan kelapa sawit yang berlokasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang bergerak dalam bidang industry perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) bekerjasama dengan PT Cedar Karyatama Lestarindo melakukan pelatihan tehnik budidaya kelapa sawit dan tatacara proses pengurusan STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya) di tiga Desa yaitu Desa Pembedilan, Desa Air Hitam Besar dan Desa Air Hitam Hulu dengan total peserta lebih kurang 250 orang pada tanggal 21 Desember 2025 s/d 26 Desember 2025. (27/12/2025).
Pelatihan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan sebelumnya pada bulan Juli 2025, pelatihan ini selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya kelapa sawit hingga panen dalam mengelola kebun sawit secara efektif dan efisien serta memberikan pemahaman kepada petani terkait dan manfaat dan tatacara proses pengurusan STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya).
Dalam proses kegiatan pelatihan ini masing – masing petani yang ada di 3 Desa diajarkan dalam sesi pemahaman melalui teori yaitu pemahaman dasar - dasar terkait sertifikasi ISPO dan RSPO, tatacara pengelolaan kebun kelapa sawit yang baik dan benar dari awal persiapan lahan, pemilihan benih sampai proses perawatan, tatacara penanganan hama penyakit tanaman (HPT), manfaat STDB, tatacara pengisian form pendaftaran STDB, dan kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan dalam proses pengurusan STDB, dan untuk praktik secara langsung dilapangan, petani diajarkan terkait pemancangan lubang tanam, penanaman tanaman kelapa sawit, pemupukan, pemetaan dan pengambilan titik koordinaat menggunakan smartphone dengan aplikasi Avenza maps, pengendalian hama penyakit tanaman (HPT), pengisian form STDB, tatacara penginputan, melengkapi pelengkapan data, dan proses pendaftaran akun melalui kelompok untuk pengajuan STDB.
Direktur
Eksekutif PT Cedar Karyatama Lestarindo Bapak Muhammad Ridwan M.Si,
menyampaikan “Kami berharap pelatihan ini dapat membantu meningkatkan
pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia bagi petani peserta pelatihan serta
meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kelapa sawit di daerah ini,
selain itu juga petani memahami manfaat dokumen STDB (Surat Tanda Daftar
Budidaya)”.
Pimpinan
PT. Sawit Nabati Agro Grup diwakili oleh Plantation Control region 1 Bapak
Kanesh Suwaraji menyampaikan “bahwa dengan adanya pelatihan ini, PT Sawit
Nabati Agro berharap agar pelatihan berjalan lancar dan akan meningkatkan
pengetahuan petani mandiri dalam budidaya serta kualitas panen sehingga akan
meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit di yang ada
disekitar perusahaan serta manfaat dari dokumen STDB (Surat Tanda Daftar
Budidaya)”.
Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini juga melibatkan unsur Pemerintah Desa mulai dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala Dusun, dan RT dari ketiga Desa tersebut. Selain itu juga tak luput keterlibatan dari masing – masing Pengurus Kelompok Tani Sawit Swadaya yang ada di setiap Desa.
“Terima kasih kepada PT Sawit Nabati Agro dan PT Cedar Karyatama Lestarindo yang telah menyelenggarakan pelatihan ini. Kami sangat membutuhkan pengetahuan tentang tehnik budidaya kelapa sawit, proses perawatan, hingga meningkatkan produktivitas kebun kami, selain itu juga dari pelaksanaan kegiatan ini kami memahami manfaat dan pentingnya dari dokumen STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya) yang harus dimiliki bagi setiap petani yang memiliki kebun sawit” penyampaian dari beberapa Tokoh Masyarakat dari ketiga Desa tersebut yang ikut serta dalam kegiatan pelatihan.
Senior
Manager CSR dan Kemitraan PT. SNA, Bapak Harso Wartono SP. MM, mewakili tim
yang terlibat dalam kegiatan pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini juga
untuk menunjang program pemerintah agar kedepannya petani memiliki dokumen STDB
(Surat Tanda Daftar Budidaya) dan kelembagaan petani mendapatkan sertifikasi
ISPO dan RSPO, meningkatkan produktifitas dan kemandirian petani, pungkasnya. (Fendi's)
Editor : Aan