Sholihin HZ: Jadilah Generasi Muda yang Tidak Hanya Memotivasi Tapi Mampu Menginspirasi

Editor: Redaksi author photo

 Sholihin HZ: Jadilah Generasi Muda yang Tidak Hanya Memotivasi Tapi Mampu Menginspirasi
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Pernyataan di atas disampaikan Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ saat membuka kegiatan yang bertempat di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pontianak. Rabu (27/8) berlangsung  seminar dengan tema GEMILANG atau Generasi  Muda Luar Biasa Anti Gagal Move On (27/8). Kegiatan yang diusung oleh FRISMA -organisasi internal MAN 1 bagian keagamaan- ini menghadirkan M. Khairuddin yang selain aktif sebagai influenzer juga alumni MAN 1 Pontianak tahun 2017. (28/8/2025).


Sejumlah sekolah hadir dalam acara ini, yakni SMAN 2, 3, 4, SMK 1, SMK 5, SMA Muhammadiyah, MAN 2 dan MAN 3 Pontianak dan semakin ramai karena menghadirkan perwakilan kelas dari MAN 1 Pontianak.  


Hadir memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan, Kepala MAN 1 Pontianak Sholihin HZ dan tampak hadir Kepala TU, Sumiati, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Luqman Hakim, Waka Humas K. Yulianingsih, Pembina Frisma Marlina dan tim keagamaan, Delfi dan Abdul Majid.


Sholihin HZ dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kegiatan siswa yang terus bergerak dan bangga pada siswa yang senang berorganisasi. “saya senang melihat siswa aktif berorganisasi karena ini sangat membantu dalam pengembangan potensi dan tentunya memperkiuat kekompakan antar tim.” motivasi mantan wakil kepala bidang kesiswaan.


Ditambahkan Sholihin HZ, “tema ini diharapkan mampu mendongkrak dan memotivasi kita semua khususnya generasi muda yang hadir saat ini. Kata kuncinya adalah jadilah generasi muda yang tidak hanya memotivasi tapi jadi inspirasi bagi siapapun. 


Kata luar biasa menunjukkan keberadaan kita menjadi bernilai dimanapun kita berada. Jadilah siswa bahkan guru yang tidak hanya bisa memotivasi tapi jadilah siswa dan guru yang mampu menginsipirasi”, ujar penulis produktif yang sudah menerbitkan beberapa buku.


Manusia terbagi dalam tiga kategori, ujar Sholihin HZ dalam sambutannya. Manusia wajib yang bermakna bahwa siapapun perlu dengan orang dengan karakter ini. Kehadirannya sangat ditunggu dan ketiadaannya menjadi kehilangan dan kendurnya semangat tim. “ada manusia dengan karakter sunnah yakni kehadirannya berarti dan menjadi penambah semangat tapi kala ia tidak ada, aktifitas tetap berlanjut tapi jangan menjadi manusia dengan karakter ketiga yakni manusia haram yang kehadirannya menjadi sumber masalah, kehadirannya dianggat tidak ada. 


Sungguh rugi manusia semacam ini, kehadirannya tidak menggenapkan dan kepergiannya tidak mengganjilkan. Pesan saya untuk semua, jadilah setidaknya manusia yang kehadirannya menjadi penyemangat dan support dimanapun ia berada”, pungkas Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kalimantan Barat. (tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini