
Ilmuwan Rusia Mengusulkan Teknologi Baru Untuk Mengolah Kondensat Gas Menjadi Metana
Demikian kesimpulan yang dibuat oleh para ilmuwan dari Universitas Tyumen dan Institut Katalisis di Cabang Siberia (SB) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (RAS) berdasarkan sebuah studi yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Energi. Tanggal 07.03.2025
Kondensat gas merupakan campuran hidrokarbon cair, termasuk etana dan propana, yang uapnya terkandung dalam gas yang diekstraksi. Hampir 70% kondensat gas Rusia diproduksi di wilayah yang terletak jauh dari fasilitas pemrosesan gas.
Karena alasan ini, kondensat gas sering dibakar, menghasilkan emisi karbon monoksida, jelaga, dan produk beracun.
Solusi alternatif ditawarkan oleh hidrogenolisis, yaitu pengolahan kondensat gas dengan hidrogen, yang menghasilkan konversi senyawa hidrokarbon berat menjadi senyawa yang lebih ringan, seperti metana, yang dapat dipompa ke dalam jaringan pipa. Namun, pendekatan ini melibatkan pemanasan awal campuran gas, yang dikaitkan dengan konsumsi energi yang tinggi.
Para ilmuwan dari Universitas Tyumen dan Institut Katalisis SB RAS telah berhasil mengurangi jumlah energi eksternal yang dibutuhkan untuk memproses kondensat gas menjadi metana berkat panas kimia.
Mereka mencapainya dengan katalis serat kaca yang mengandung nikel, yang dapat digunakan untuk memproduksi kartrid dengan struktur geometris yang tidak biasa yang memungkinkannya menghantarkan panas dengan sangat baik.
Metode baru ini diuji dengan reaktor yang arah gerakan reagennya diubah secara berkala pada suhu 300 derajat Celsius. Berkat metode ini, energi eksternal hanya dibutuhkan untuk menyalakan peralatan. Setelah itu, reaksi dipertahankan tanpa pemanasan eksternal tambahan.
Hal ini memungkinkan untuk memproses volume kondensat gas apa pun yang masuk ke reaktor pada suhu sekitar. Efektivitas metode baru ini dikonfirmasi oleh pemodelan matematika, yang memungkinkan penulis untuk memproyeksikan data eksperimen ke operasi reaktor industri.
"Hasil penelitian ini membuka jalan bagi unit modular yang murah, ringan, kompak, dan otonom untuk pemrosesan kondensat gas. Unit-unit ini dapat dikirimkan ke ladang gas alam, bahkan yang terletak di daerah yang sulit dijangkau, karena teknologi ini tidak memerlukan penukar panas yang besar," kata Andrey Zagoruiko, doktor ilmu teknik, seperti dikutip oleh Institut Katalisis SB RAS.