KALBARNEWS.CO.ID (TERNATE) -
Perhelatan Sail Tidore 2022 di Kota Tidore,
Kepulauan Maluku Utara, tanggal 24-29 November 2022, tidak hanya menjadi sarana
mempromosikan potensi pariwisata dan investasi, tetapi dimanfaatkan juga
pemerintah daerah setempat untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur. Selasa (29 November 2022).
Memperjuangkan Pembangunan Infrastruktur Melalui Sail Tidore 2022
Salah satu pembangunan infrastruktur yang diperjuangkan Pemkot Tidore Kepulauan
untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui ajang nasional yang
dihadiri sejumlah menteri itu adalah pembangunan Bandara Leleo di
wilayah Oba, Sofifi.
Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim menggambarkan
pentingnya pembangunan Bandara Leleo itu bagi pemerintah
daerah dan masyarakat, di antaranya, akan menjadi pintu masuk-keluar Sofifi,
Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, melalui jalur udara.
Masyarakat Sofifi selama ini jika ingin keluar
Maluku Utara menggunakan transportasi udara harus melalui Bandara Baabullah Ternate
dengan terlebih dahulu memakai transportasi laut dari Sofifi ke
Ternate, yang terkadang terhambat gelombang tinggi.
Bandara Kuabang Kao di Kabupaten Halmahera
Utara kini sudah dapat pula dimanfaatkan masyarakat Sofifi yang
akan keluar Maluku Utara menggunakan transportasi udara begitu pula sebaliknya,
tetapi letaknya jauh dari Sofifi dan penerbangan di
bandara itu terbatas, baik frekuensi penerbangan maupun kota tujuan.
Infrastruktur lainnya yang diperjuangkan Wali Kota Ali Ibrahim melalui
perhelatan Sail Tidore 2022 adalah pembangunan
jembatan yang menghubungkan Pulau Ternate, Pulau Maitara dan
Pulau Tidore atau Jembatan Temadore.
Jembatan Temadore itu sangat dibutuhkan untuk
melancarkan mobilitas masyarakat di ketiga pulau yang saling berdekatan itu,
yang selama ini hanya mengandalkan transportasi laut berupa speedboat dan
kapal feri yang juga seling terganggu gelombang tinggi.
Transportasi laut yang melayani hubungan antara Pulau Ternate, Pulau Maitara dan
Pulau Tidore hanya beroperasi pada siang hari sehingga menyulitkan jika ada
masyarakat di ketiga pulau itu akan melakukan perjalanan pada malam hari,
misalnya, dari Tidore ke Ternate karena suatu urusan penting.
Wali Kota memastikan lahan untuk lokasi pembangunan Bandara Leleo di
wilayah Oba sudah tidak ada masalah, begitu
pula lokasi untuk pembangunan jembatan Temadore, baik di sisi Pulau
Ternate, Pulau Maitara, maupun Pulau Tidore, karena sudah
siap.
Perencanaan pembangunan Bandara Leleo dan jembatan Temadore sudah
lama rampung, demikian halnya persyaratan teknis untuk pembangunannya, seperti
studi kelayakan sudah dituntaskan oleh instansi terkait sehingga tinggal
menunggu pengalokasian anggaran dari Pemerintah Pusat.
Pemkot Tidore Kepulauan memperjuangkan pula pembangunan sejumlah infrastruktur
lain untuk mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat, seperti
pembangunan pasar modern di Sofifi dan di Soa Sio serta
jalan di wilayah Oba untuk mendukung kelancaran
aktivitas ekonomi masyarakat di daerah itu.
Daya tarik
Pembangunan infrastruktur yang diperjuangkan Pemkot Tidore Kepulauan tersebut
jika terealisasi, selain akan melancarkan mobilitas sosial ekonomi dan sosial
masyarakat, juga menjadi salah satu daya tarik bagi investor untuk menanamkan
modal di daerah itu.
Investor ketika akan menanamkan modal di suatu daerah, tidak hanya
mempertimbangkan potensi investasi di suatu daerah, tetapi juga melihat kondisi
infrastrukturnya yang dapat mendukung kelancaran aktivitas investasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang
hadir pada acara puncak perhelatan Sail Tidore 2022
menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur yang diperjuangkan
Pemkot Tidore Kepulauan itu.
Pembangunan infrastruktur itu akan memberi kontribusi terhadap pengembangan
sektor pariwisata di Kota Tidore Kepulauan dan Ternate, yang melalui perhelatan Sail Tidore
2022 makin dikenal baik di dalam maupun luar negeri.
Pembangunan infrastruktur itu juga akan mendukung perkembangan aktivitas usaha nonkreatif masyarakat yang pada gilirannya
akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah penyediaan, lapangan kerja, dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
Sandiaga memastikan Pemerintah Pusat akan memperhatikan pembangunan
infrastruktur yang diperjuangkan Pemkot Tidore Kepulauan karena pembangunan
infrastruktur merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Jokowi
dan Ma’ruf Amin.
Apalagi Pemerintah Pusat telah menetapkan Maluku Utara sebagai salah satu
kawasan strategis nasional, baik pada sektor perikanan maupun pariwisata,
sehingga pembangunan infrastruktur di seluruh kabupaten kota di provinsi ini
akan mendapat prioritas.
Namun karena keterbatasan anggaran Pemerintah, apalagi dihadapkan dengan adanya
pandemi Corona dan krisis ekonomi global, maka diharapkan pengertian dari
pemerintah daerah jika aspirasi pembangunan infrastruktur di daerah itu belum
dapat direalisasi secepatnya.
Sultan Tidore cum anggota DPD RI Haji Husain Syah selama ini aktif menyuarakan
pentingnya pembangunan infrastruktur di Kota Tidore Kepulauan dan kabupaten
kota lainnya di Maluku Utara ke Pemerintah Pusat. Ia melihat kondisi
infrastruktur di provinsi ini tertinggal jika dibandingkan dengan provinsi
lainnya terutama di wilayah Pulau Jawa.
Peran Kesultanan Tidore dan tiga kesultanan lainnya di Maluku Utara yang begitu
besar terhadap bangsa Indonesia, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan,
diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi Pemerintah Pusat untuk
memperhatikan pembangunan infrastruktur di provinsi ini.
Sejumlah proyek strategis nasional yang sudah dialokasikan Pemerintah Pusat di
Maluku Utara, antara lain, penetapan Pulau Morotai sebagai salah satu dari 10
destinasi wisata utama di Indonesia serta sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK),
yang diharapkan segera direalisasikan. (Tim liputan)
Editor : Aan