![]() |
Seorang Karyawan Pembuat Gigi Palsu Di Sungai Raya ini Diciduk Polisi |
Kejadian tersebut dilakukan tersangka saat memasuki kamar mandi umum yang letaknya bersebelahan dengan kamar madi rumah korban di daerah Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Hal tersebut
disampaikan Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Teuku Rivanda Ikhsan, S.T.K.,
S.I.K., pada Jumat (16 September 2022) Ia mengatakan Satreskrim Polres Kubu
Raya telah mengamankan seorang tersangka berinisial NI (32) tahun asal Jawa
Timur yang telah dilaporkan warga karena tindak pidana Asusila.
Kejadian tersebut bermula saat tersangka berinisial NI (32) tahun asal Jawa Timur, berada di dalam kamar mandi umum dan mendengar seseorang yang sedang mandi yang letaknya bersebelahan dengan kamar mandi Tersangka.
Rivanda menjelaskan, bahwa pada saat itu KA (18) tahun lah yang berada di kamar mandi, selanjutnya timbul niat jahat pelaku untuk merekam KA yang sedang mandi menggunakan ponselnya.
"Pada
saat itu KA yang sedang mandi melihat ponsel yang mengarah ke dirinya melalui
celah flapon atau celah pembatas dinding, sontak KA berteriak meminta tolong
kepada keluarganya bahwa ada seseorang yang merekam dirinya yang sedang mandi,
pada saat ponsel bergerak atau ditarik oleh NI karena mendengar teriakan KA, NI
bergegas menarik ponselnya namun KA berteriak kembali untuk meminta tolong
keluarganya kekamar mandi sebelah untuk mengamankan tersangka agar tidak bisa
melarikan diri,” terang Kasat Reskrim Polres Kubu Raya ini.
Atas kejadian
tersebut, keluarga korban kemudian menghubungi Polres Kubu Raya, petugas
langsung mendatangi TKP untuk mengamankan tersangka bersama barang bukti berupa
satu buah ponsel merk OPPO warna Gold Putih ke Mapolres Kubu Raya.
Setelah dilakukan peyelidikan dan penyidikan Tersangka mengakui perbuatannya, bahwa benar melakukan perekaman KA yang sedang mandi menggunakan ponsel miliknya dengan cara tersangka menaiki bak air dan mengarahkan ponselnya melalui celah flapon atau celah pembatas dinding ke arah KA yang sedang mandi dan merekamnya.
"Dari
hasil pemeriksaan Polisi NI mengakui perbuatannya dan baru pertama kali melakukan
hal itu, Ia juga mengaku bahwa video tersebut untuk dijadikan koleksi
pribadinya, meski demikian kami akan melakukan pendalaman terkait kasus ini,” ujar
Iptu Teuku Rivanda Ikhsan.
Saat ini NI
sudah diproses sesuai laporan KA dengan LP / B/295/VIII/Res 1.24/2022 / KALBAR/RES
KUBU RAYA, Tanggal 27 Agustus 2022,
dengan Pasal 35 Jo Pasal 9 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44
Tahun 2008 tentang Pornografi dengan acaman hukuman 5 tahun sampai 15 tahun.
(tim liputan).
Editor :
Heri