-->

BREAKING NEWS

DANDIM 1207 DAN KAPOLRES KUBU RAYA MENGHIMBAU MASYARAKAT UNTUK TIDAK BAKAR LAHAN APALAGI SAAT KEMARAU SEPERTI SAAT INI, PENGURUS YARSI PONTIANAK MATANGKAN TEKNIS PENGGABUNGAN DUA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DINAUNGI YAYASAN YAITU SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) DAN AKADEMI FARMASI (AKFAR) UNTUK MENJADI UNIVERSITAS YARSI PONTIANAK, DENGAN PENAMBAHAN FAKULTAS HINGGA ENAM FAKULTAS, DPC PARTAI GERINDRA KOTA PONTIANAK BERDUKA, WAKIL KETUA, Drs SY ISKANDAR ALMUNTAHAR, M.Sos YANG JUGA ANGGOTA DPRD KOTA PONTIANAK MENINGGAL DUNIA DI RS PROMEDIKA PONTIANAK, PADA HARI INI, MINGGU (14 PEBRUARI 2021), WARGA SUNGAI JAWI GG NILAM 7 JL PROF DR HAMKA PONTIANAK DIGEGERKAN DENGAN KASUS PEMBUNUHAN, KAMIS 911/02/2021), WARGA SUNGAI RAYA DIGEGERKAN DENGAN PENEMUAN MAYAT DI ATAS PARIT PERSIS DISAMPING MAPOLDA KALBAR, POLRES KUBU RAYA BERHASIL UNGKAP DAN PELAKU PEMBUNUHAN DI DESA MADUSARI KEC SUNGAI RAYA, MOTIF PEMBUNUHAN KARENA UTANG PIUTANG, KETUA KOMISI V DPR RI BERSAMA PERWAKILAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SERAHKAN SATU UNIT BUS SEKOLAH KEPADA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT, JUMAT (05/02/2021)

Breaking News: Warga Desa Madusari Ditemukan Tewas Di Dalam Parit, Ini Kronologisnya

Redaksi author photo

 

KALBARNEWS.CO.ID (KUBURAYA) - Warga Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang sudah tergeletak di parit dengan ditutupi dedaunan, pada Minggu 7 Februari 2021 sekira pukul 12.30 wib.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sungai Raya, AKP Sutrisno melalui Paursubbag Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Dodik Yulianto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya penemuan sesosok mayat.

Dan saat itupun, pihak Kepolisian Polres Kubu Raya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Lanjutnya, ia menjelaskan, Adapun identitas Korban bernama Mahriyah, yang merupakan warga Parit Mas Rt 002/ Rw 001 Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya.

 "Iya telah ditemukan seorang mayat perempuan bernama Mahriyah di Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya. Dan saat inipun tim masih melakukan olah TKP," ujarnya

Aiptu Dodik paursubbag humas juga menjelaskan bahwa, penemuan mayat itupun ditemukan oleh sang anak dari korban yakni Andriyadi (27).

Awalnya, Andriyadi curiga melihat sang ibu yang biasanya sudah kembali bekerja sebagai penjual sayur di pasar Desa Ambangah.

Lalu dirinya pun mencoba mencari, dan kemudian menemukan baskom hitam yang biasa dibawa korban terletak dipinggir jalan yang sering dilalui korban.

Dan selanjutnya saksi bersama warga akhirnya menemukan korban sudah tergeletak di parit yang berada di dalam kebun sagu dengan tubuhnya ditutupi oleh daun sagu.

"Dan saat pengecekan TKP oleh aparat kepolisian, juga ditemukan tetesan darah tak jauh dari tubuh korban," katanya.

"Namun, hasil pemeriksaan awal bahwa diduga korban merupakan korban pembunuhan. Mengingat banyak terdapat luka lebam di wajah korban akibat pukulan benda tumpul," tegasnya.

Saat ini korban telah dibawa ke RSUD dr Sudarso Pontianak untuk dilakukan VER ataupun otopsi, guna penyelidikan lebih lanjut penyebab kematian korban.

"Sampai saat ini untuk motif pembunuhan maupun saksi-saksi serta pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polres Kubu Raya," tutupnya. (tim liputan).

Editor : Aan

 

Komentar Anda

Berita Terkini