-->

BREAKING NEWS

DANDIM 1207 DAN KAPOLRES KUBU RAYA MENGHIMBAU MASYARAKAT UNTUK TIDAK BAKAR LAHAN APALAGI SAAT KEMARAU SEPERTI SAAT INI, PENGURUS YARSI PONTIANAK MATANGKAN TEKNIS PENGGABUNGAN DUA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DINAUNGI YAYASAN YAITU SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) DAN AKADEMI FARMASI (AKFAR) UNTUK MENJADI UNIVERSITAS YARSI PONTIANAK, DENGAN PENAMBAHAN FAKULTAS HINGGA ENAM FAKULTAS, DPC PARTAI GERINDRA KOTA PONTIANAK BERDUKA, WAKIL KETUA, Drs SY ISKANDAR ALMUNTAHAR, M.Sos YANG JUGA ANGGOTA DPRD KOTA PONTIANAK MENINGGAL DUNIA DI RS PROMEDIKA PONTIANAK, PADA HARI INI, MINGGU (14 PEBRUARI 2021), WARGA SUNGAI JAWI GG NILAM 7 JL PROF DR HAMKA PONTIANAK DIGEGERKAN DENGAN KASUS PEMBUNUHAN, KAMIS 911/02/2021), WARGA SUNGAI RAYA DIGEGERKAN DENGAN PENEMUAN MAYAT DI ATAS PARIT PERSIS DISAMPING MAPOLDA KALBAR, POLRES KUBU RAYA BERHASIL UNGKAP DAN PELAKU PEMBUNUHAN DI DESA MADUSARI KEC SUNGAI RAYA, MOTIF PEMBUNUHAN KARENA UTANG PIUTANG, KETUA KOMISI V DPR RI BERSAMA PERWAKILAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SERAHKAN SATU UNIT BUS SEKOLAH KEPADA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT, JUMAT (05/02/2021)

Staf Khusus Presiden RI Kunjungi Untan Pontianak Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Staf Khusus Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf mengunjungi Kampus Universitas Tanjungpura Kota Pontianak, Kalbar, Jumat 20 November 2020. Kunjungan itu dalam rangka memastikan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah) tersalurkan dan tepat sasaran.

“Tadi disampaikan oleh pak Rektor, alhamdulillah untan melebihi target untuk penerima KIP-Kuliah,” ujar Aminuddin Ma’ruf kepada kalbar satu di Untan Pontianak

Atas capaian itu, Mantan ketua PB PMII itu mengapresiasi kerja-kerja Untan Pontianak yang telah bekerja secara maksimal sebagai penerima Program KIP-Kuliah.

“Atas capaian itu kita Apresiasi, namun yang paling penting adalah pasca ini, teman-teman penerima KIP- kuliah bisa merasakan atau mengenyam pendidikan di Untan,” sambungnya.

Karena, kata dia, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak bisa kuliah karena faktor biaya.

Dimasa pandemi ini, program KIP Kuliah ini juga merupakan stimulus dari pemerintah pusat untuk mensubsidi mahasiswa baru yang terkena dampak Covid-19.

“Karena pandemi ini orang tuanya mungkin pendapatannya berkurang, itu mengakibatkan adanya ancaman mereka bisa putus kuliah. Makanya pemerintah hadir untuk memastikan bahwa tidak ada lagi adek-adek kita yang putus kuliah karena alasan biaya,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada mahasiswa baru penerima KIP-Kuliah untuk menggunakan waktu dan manfaatkan program ini sebaik mungkin.

“Karena tidak semua anak Indonesia punya kesempatan yang sama, maka dari itu belajarlah yang rajin untuk mengembangkan diri, baik dari sisi akademik, sisi manajemen keorganisasian dan sebagainya,” tutupnya. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini