-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Forum Budaya Merah Putih, Organisasi Lintas Etnis dan Budaya Terbentuk Di Kubu Raya

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Sejumlah Tokoh Adat dan Budaya, Tokoh masyarakat serta Tokoh Pemuda dari berbagai Etnis dan Budaya yang ada di Kabupaten Kubu Raya mendeklarasikan Forum Budaya Merah Putih sebagai wadah berkumpul, berkomunikasi dan merawat keberagaman dalam bingkai Bhenika Tunggal Eka.

Hal tersebut disampaikan Tjance Tambariti Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua(KKK), saat melakukan Roadshow kepada beberapa Tokoh Adat dan Tokjoh masyarakat yang akan dijadikan sebagai Pembina dan Penasehat di Forum Budaya Merah Putih Kubu Raya nantinya.

"Forum ini sifatnya Kolektif Kolegial artinya semua Semua Ketua Organisasi Aadt dab Budaya adalah ketuanya dan nanti akan ada salah satu yang menjadi Koordinatornya, kami sudah ada 20 Organisasi Adat dan penggiat seni Budaya di Kubu Raya, semoga ini menjadi wadah yang bisa menjadi perekat kita semua," terang Tjance.

Hal senada disampaikan Indra Sanjaya Tokoh Muda MABM Kubu Raya, dirinya mengatakan Forum Budaya Merah Putih (FBMP) ini sebenarnya telah terbentuk satu tahun yang lalu, bermula ketika ada inisiatif untuk membuat komunikasi antar organisasi adat untuk wadah silahturahmi dan kolaborasi budaya.

“Sudah satu tahun lebih terbentuk baru hari ini kita resmikan dan kita bentuk dalam wadah resmi yang nantinya akan selalu bersama-sama menjaga keberagaman dalam rangka menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan khususnya di Kabupaten Kubu Raya ini,” ujar Indra.

Indra mengatakan saat ini Forum Budaya Merah Putih (FBMP) sedang melakukan Roadshow menemui Tokoh Adat Budaya dan tokoh Masyarakat yang mempunyai Kepedulian dan perhatian adat serta budaya untuk membina dan menjadi Penasehat dalam Forum ini selanjutnya akan ke Pemerintah Kabupaten dan Polres Kubu Raya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut positif terbentuknya Forum Budaya Merah Putih (FBMP) Kabupaten Kubu Raya. Sambutan itu disampaikan Sujiwo saat menerima kunjungan dari para pengurus FBMP di ruang kerja wakil bupati, Kamis siang (19/11/2020).

Menurut Sujiwo, kehadiran FBMP sangat membantu pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan hubungan antaretnis di Kubu Raya. Ia optimistis kalau FBMP bakal menjadi peredam tindakan-tindakan intoleransi yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab yang dapat mencederai kerukunan antaretnis.

"Pertama saya mengapresiasi terbentuknya Forum Budaya Merah Putih, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten dan kota. Karena di belakangnya ada merah putihnya, saya berpendapat forum ini akan menyatukan masyarakat Kubu Raya yang multietnis, multibudaya dan multiagama," katanya.

Sujiwo juga menginginkan agar FBMP dapat menjadi pelerai yang adil di tengah masyarakat Kubu Raya yang heterogen. FBPM, lanjut Sujiwo, harus mampu mencegah gesekan-gesekan kecil di tengah masyarakat supaya tidak menimbulkan perpecahan.

"Gaungkan persatuan dan kesatuan, apalagi akhir-akhir ini kita kadang-kadang terlalu runcing soal perbedaan agama, aliran, budaya, etnis dan sebagainya. FMP harus menjadi elemen yang ke depannya menggaungkan pentingnya merawat persatuan bangsa," harapnya. (tim liputan).

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini