-->

BREAKING NEWS

DANDIM 1207 DAN KAPOLRES KUBU RAYA MENGHIMBAU MASYARAKAT UNTUK TIDAK BAKAR LAHAN APALAGI SAAT KEMARAU SEPERTI SAAT INI, PENGURUS YARSI PONTIANAK MATANGKAN TEKNIS PENGGABUNGAN DUA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DINAUNGI YAYASAN YAITU SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) DAN AKADEMI FARMASI (AKFAR) UNTUK MENJADI UNIVERSITAS YARSI PONTIANAK, DENGAN PENAMBAHAN FAKULTAS HINGGA ENAM FAKULTAS, DPC PARTAI GERINDRA KOTA PONTIANAK BERDUKA, WAKIL KETUA, Drs SY ISKANDAR ALMUNTAHAR, M.Sos YANG JUGA ANGGOTA DPRD KOTA PONTIANAK MENINGGAL DUNIA DI RS PROMEDIKA PONTIANAK, PADA HARI INI, MINGGU (14 PEBRUARI 2021), WARGA SUNGAI JAWI GG NILAM 7 JL PROF DR HAMKA PONTIANAK DIGEGERKAN DENGAN KASUS PEMBUNUHAN, KAMIS 911/02/2021), WARGA SUNGAI RAYA DIGEGERKAN DENGAN PENEMUAN MAYAT DI ATAS PARIT PERSIS DISAMPING MAPOLDA KALBAR, POLRES KUBU RAYA BERHASIL UNGKAP DAN PELAKU PEMBUNUHAN DI DESA MADUSARI KEC SUNGAI RAYA, MOTIF PEMBUNUHAN KARENA UTANG PIUTANG, KETUA KOMISI V DPR RI BERSAMA PERWAKILAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SERAHKAN SATU UNIT BUS SEKOLAH KEPADA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT, JUMAT (05/02/2021)

Begini Cara Mahasiswa Untan Produksi Handsanitizer Yang Sempat Langka di Pasaran

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Pada awal Penyebaran Virus Covid-19 ketersediaan Handsanitizer sempat alami kelangkaan karena membeludaknya masyarakat mencari handsanitizer yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari virus covid-19.

Hal itu tentu saja sempat membuat harga Handsanitizer melonjak tinggi dan langka di pasaran, namun tahukah anda jika handsanitizer dapat di produksi sendiri di tangan Mahasiswa dan Mahasiswi Untan Handsanitizer dengan bahan kulit jeruk laku di pasaran, lalu seperti apa pembuatanya berikut informasinya untuk anda, Sabtu pagi (14/11/2020).

Ada banyak cara guna mencegah sebaran virus corona, selain menjaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker, membawa handsaniitizer saat beraktivitas juga sangat di perlukan, namun di awal pandemi corona sejumlah peralatan tersebut sempat langka dan sulit dipasaran.

Titik Lestari, salah satu mahasiswi MIPA Untan menjelaskan bahwa kini barang tersebut pun sudah mudah dan dapat dibeli dengan harga yang cukup terjangkau, namun jika anda ingin mencoba membuat handsanitizer sendiri anda hanya perlu menyiapkan bahan–bahan seperti minyak Atsiri yaitu minyak hasil penguapan dari kulit jeruk namun jika menginginkan wangi dari cengkeh dan serai juga bisa, cairan glisero, hidrogen peroxide, etanol dan air tanpa mineral yang bisa didapatkan di toko bahan kimia dan apotik terdekat.

"Setelah menyiapkan bahan–bahan tersebut campurkan satu persatu bahan di dalam sebuah wadah dengan sesuai selera dan kebutuhan hasil handsanitizer, setelah di campurkan simpan dalam botol khusus handsanitizer, ketika sudah jadi simpan handsanitizer selama satu hari untuk memaksimalkan penggunaan," tuturnya.

Titik menambahkan alasan dirinya menggunakan minyak atsiri karna minyak atsiri memiliki khasiat lebih dalam membunuh kuman, serta wangi yang alami dan aman.

"Wangi yang dapat diterima masyrakat tersebut pun membuat saya dan rekan–rekan cukup banyak menerima orderan untuk  harga sendiri dibandrol 30 ribu per pcs," pungkasnya. (bian)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini