-->

BREAKING NEWS

WARGA GG SAWIT JL ABDURAHMAN SALEH PONTIANAK TENGGARA DIHEBOHKAN DENGAN DUEL DUA ORANG YANG AKIBATKAN SALAH SATUNYA TEWAS DITEMPAT DENGAN LUKA TUSUKAN DI TUBUH KORBAN, WARGA BERHASIL AMANKAN PELAKU PENUSUKAN DAN LAPORKAN KE APARAT BERWAJIB, POLRESTA PONTIANAK AMANKAN TERSANGKA PENUSUKAN DAN BARANG BUKTI SEBILAH PISAU, DIDUGA KASUS PENUSUKAN KARENA KEKECEWAAN PELAKU TERHADAP KORBAN YANG MENJANJIKAN KERJAAN PROYEK, NAMUN WALAUPUN SUDAH SETORKAN SEJUMLAH UANG HINGGA KINI JANJI KERJAAN ITU TAK KUNJUNG ADA, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Begini Aksi Demo UU Cipta Kerja BEM UPB Pontianak Menghindari Cluster Covid-19

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Guna menekan cluster baru sebaran virus covid-19 di Kalbar dan mencegah tindakan anarkis salam penolakan Undang-Undang cipta kerja, sejumlah Mahasiswa UPB ( Universitas Panca Bhakti ) menggelar pernyataan sikap di aula UPB tersebut.

Pihak BEM UPB pun meminta pemerintah untuk memberikan kebebasan kepada elemen masyaralat dan akademisi untuk melakukan upaya hukum terhadap poin-poin yang dirasa merugikan hak masyarakat.

Tidak turunnya sejumlah pihak mahasiswa universitas panca bhakti (UPB) dalam aksi yang digelar oleh mahasiswa beberapa waktu lalu pada tanggal 7dan 8 oktober 2020 yakni ada beberapa poin yang mendasasari.

Hal yang paling mendasari tidak hadirnya mahasiswa UPB pontianak di tengah-tengah mahasiswa lainnya yakni adanya sebaran covid-19 yang masih tinggi di Kalbar, sehingga sejumlah mahasiswa UPB berkomitmen saling menjaga dan mencegah adanya cluster baru yang di khawatirkan bisa menyebar di lingkungan kampus.

Selain itu jemmi hans welan BEM UPB meminta kepada pemerintah untuk mengkaji kembalinya poin-poin yang merugikan masyarakat,  tak hanya itu dirinya pun meminta pemerintah dan wakil rakyat untuk membuka akses kepada masyarakat dan yransparan terhadap mentri UU Cipta Kerja.

"Meminta kepada pemerintah untuk memberikan kebebasan pada elemen maayarakat dan akademisi untuk melakukan upaya hukum terhadap poin-poin yang dirasa merugikan hak-hak masyarakat," tutur BEM UPM saat ditemui langsung oleh kalbarnews.co.id

Sementara itu Rektor UPB Pontianak Purwanto, menyambut baik pernyataan sikap mahasiswa UPB yang memilih tidak melakukan aksi massa,  namun pihaknya Tetap memberikan kebebasan berpendapat dan menyampaikan aspirasi, namun harus dengan ara elegan, terkait UU cipta kerja dirinya juga sudah menyampaikan kepada seluruh civitas akademika UPB agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Terlebih seluruh mahasiswa sudah sepakat,  mengingat kesehatan adalah hal yang paling penting yang di utamakan kepada seluruh mahasiswa UPB disaat pandemi covid-19," Purwanto mengakhiri. (bian).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini