-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, POLSEK KUBU BEKUK PEMUDA PENGEDAR NARKOBA JENIS SABU-SABU DI KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA, APARAT TNI DAN POLRI AMANKAN 12 KG NARKOBA JENIS SABU-SABU DI PERBATASAN , PENANGKAPAN INI BERDASAR LAPORAN MASYARAKAT, LURAH  BENUA MELAYU LAUT DALAMI ADUAN WARGA KEPADANYA TERKAIT DUGAAN SODOMI YANG DILAKUKAN SEORANG PERIA DI WILAYAHNYA, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Walikota Pontianak Terbitkan Perwa Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Redaksi author photo
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwa) nomor 58 tahun 2020, dengan terbitnya Perwa tersebut maka aturan tersebut sudah mulai diterapkan di masyarakat, Jumat (04/09/2020).
Hal tersebut disampaikan Walikota Pontianak, Ir Edi Rusdi Kamtono sebagai upaya penerapan disiplin dan penegakan hukum terhadap protokol kesehatan di wilayah Kota Pontianak.
"Saya minta Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan koordinasi untuk penerapan hukumnya," ujarnya.
Sejalan dengan diterapkannya Perwa nomor 58 tahun 2020, pihaknya akan melakukan razia di sejumlah titik lokasi. Razia tersebut bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat maupun pelaku usaha dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.
"Dalam perwa tersebut juga diatur sanksi bagi yang melanggar," sebutnya. 
Edi bilang, penerapan tersebut sebelumnya memang sudah dilakukan. Namun adanya Perwa tersebut sebagai dasar, pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. 
Bagi perorangan yang melanggar kewajiban protokol kesehatan, ada beberapa sanksi. Mulai dari teguran lisan atau tertulis, kerja sosial seperti membersihkan fasilitas umum selama 30 menit hingga denda sebesar Rp200 ribu. Sedangkan bagi pelaku usaha dan transportasi serta pengelola, penyelenggara, penanggung jawab kegiatan, sanksi mulai dari teguran lisan dan tertulis, denda Rp1 juta, penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.
"Kalau di kantor kita (Pemkot Pontianak) apabila ada yang tidak mengenakan masker, dilarang masuk lingkungan kantor," tegasnya. (tim liputan).
Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini