-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, POLSEK KUBU BEKUK PEMUDA PENGEDAR NARKOBA JENIS SABU-SABU DI KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA, APARAT TNI DAN POLRI AMANKAN 12 KG NARKOBA JENIS SABU-SABU DI PERBATASAN , PENANGKAPAN INI BERDASAR LAPORAN MASYARAKAT, LURAH  BENUA MELAYU LAUT DALAMI ADUAN WARGA KEPADANYA TERKAIT DUGAAN SODOMI YANG DILAKUKAN SEORANG PERIA DI WILAYAHNYA, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Sebanyak 29 Gapoktan di Kabupaten Kubu Raya Terima Bantuan Mesin Pertanian

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Sebanyak 29 Gapoktan di Kabupaten Kubu Raya Terima Bantuan Mesin Pertanian guna mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kubu Raya, Penyerahan langsung dilakukan oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya beberapa waktu yang lalu.

Pada Kesempatan itu Bupati, Muda Mahendrawan mengatakan keberadaan peralatan pertanian diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil para petani. Terlebih saat ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah memulai program pasar sistemik dengan melibatkan partisipasi Aparatur Sipil Negara sebagai konsumen.

“Semoga petani semakin bersemangat dan kita juga berusaha pasar ini lebih diperluas. Sekarang ini beras lokal walaupun baru, kita optimistis sejumlah pelanggan siap mengambil hasilnya. Karena ini baru proses awal, nanti jika pelanggan semakin banyak maka banyak pula beras yang diserap di setiap titik produksi,” tuturnya.

Muda mengatakan Kabupaten Kubu Raya tengah memperkuat produksi pangan. Karena itu, upaya intensifikasi terus dilakukan. Salah satunya dengan dukungan penguatan pemetaan digital.

“Supaya akan kelihatan sebaran-sebaran dari produksi dan kelompok taninya,” ujarnya.

Ia menuturkan di masa pandemi Covid-19, sejumlah daerah penghasil pangan cenderung mengurangi produknya keluar daerah. Padahal Kalimantan Barat secara umum masih bergantung dengan pasokan dari daerah-daerah penghasil tersebut. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang tersendiri bagi petani di Kubu Raya.

“Pandemi tidak menghalangi kita, justru malah akan memperkuat produksi kita. Jadi otomatis ini menjadi salah satu penyemangat kita juga untuk memproduksi jumlah besar. Yang penting kita semua berupaya lebih fokus lagi dan proram-program yang masuk ini semuanya berdasarkan pada database yang kita petakan dengan semakin baik. Supaya lebih berkeadilan,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan selain padi, jagung dan tanaman hortikultura lainnya juga akan dikembangkan. Selain karena peluang yang besar, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mempunyai kebijakan untuk menjadikan pangan sebagai sektor utama.

“Saya harapkan solidaritas kelompok tani termasuk desa memaksimalkan hal-hal yang sifatnya memberikan dampak produksi yang maksimal,” pesannya.

Secara khusus Muda Mahendrawan meminta gabungan kelompok tani untuk merawat peralatan yang diberikan. Sebab peralatan tersebut untuk membantu meningkatkan kualitas hasil produksi.

“Yang penting perawatan,” sebutnya. (tim liputan).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini