-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDDUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

KSDI Gelar Webinar Nasional Kedua, Strategi Menurunkan Covid-19 dan Menaikkan Ekonomi

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) -  Sudah enam bulan pandemi Covid -19 memasuki Indonesia. Namun yang terjadi bukanlah penurunan kasus dan bahkan berakhirnya pandemi pada Juli atau Agustus 2020 seperti yang diprediksi sejumlah pihak, melainkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

 

Naiknya kasus pandemi, kata Ketua Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI), Yayan Sopyani Al Hadi,  disertai penurunan pada pertumbuhan ekonomi. Tercatat pada kuartal II terjadi pertumbuhan minus 5 persen dalam ekonomi Indonesia. Dan untuk menghindari penurunan yang lebih dalam maka terjadi pelonggaran PSBB di berbagai wilayah untuk memberi ruang bagi bergeraknya kembali ekonomi.

 

"Ternyata, pelonggaran PSBB  ini  melahirkan situasi  naiknya kurva Covid-19 yang berbahaya karena cepat atau lambat, kapasitas tempat tidur di rumah sakit (RS) dan tenaga dokter akan kewalahan," kata Yayan dalam keterangannya siang ini.

 

Kondisi ini pada akhirnya, lanjut Yayan, akan memperburuk ekonomi karena orang takut beraktivitas dan bahkan menimbulkan kepanikan yang ujungnya adalah kerusuhan sosial. Di titik inilah tampaknya pemerintah harus melakukan perubahan strategi penanganan Covid secara mendasar.

 

Perubahan pertama, Yayan menawarkan, adalah memprioritaskan program pencegahan penyebaran Covid-19 yang dapat dirangkum ke dalam 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) dan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak). Kedua dengan menghapus kegiatan kampanye rapat umum dan bentuk pengumpulan massa lainnya dalam pilkada 9 Desember 2020 karena berpotensi melahirkan ledakan bom atom kasus Covid-19, baik melalui revisi UU atau Perppu.

 

Dengan latar belakang pikiran-pkiran ini juga, sambung Yayan, KSDI akan menggelar Webinar Nasional Kedua dengan tema "Strategi Menurunkan Covid, Menaikkan Ekonomi".

 

Webinar kedua ini akan dihadiri para narasumber yaitu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 WikuAdisasmito, Epidemiolog Universitas Indonesia Iwan Ariawan, Ekonom Universitas Indonesia Faisal H. Basri dan Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari S.

 

"Acara akan dipandu oleh Ketua Dewan Pembina KSDI, Maruarar Sirait," jelas Yayan, yang juga Wakil Sekretaris PP Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

 

Yayan mengatakan bahwa Webinar Nasional ini akan dilaksanakan pada hari Minggu besok (20/9), jam 14.00 WIB melalui aplikasi zoom dan live di Youtube KSDI. Untuk di zoom sudah bisa masuk pukul 13.30 dengan ID Meeting: 886-2588-9353 dan Password: 2020KSDI

 

"Webinar ini bertujuan memetakan masalah, solusi dan rekomendasi kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia agar kurva Covid-19 segera menurun dan kurva ekonomi segera naik agar enam bulan dari sekarang rakyat Indonesia dapat tersenyum lebih lebar karena penanganan Covid-19 dan ekonomi sama-sama berhasil," jelas Yayan.

 

Yayan mengundang semua elemen untuk ikut mengikuti webinar. Sebab webinar ini akan membuka data-data baik dari BPS, epidemiolog, ekonom, dan juga konsultan papan atas.

 

"Mari bergabung dan mari rumuskan bersama untuk menjadi masukan dan rekomendasi kebijakan dalam rangka menyelamatkan kesehatan rakyat Indonesia," demikian Yayan.*[tim liputan].

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini