-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDDUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Tingkatkan Perekonomian Pasca Covid-19 Pemkab Gelar Bazar Hasil Perikanan

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Guna meningkatkan kegemaran masyarakat memakan ikan sekaligus Memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya nelayan Pengusaha perikanan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Perikanan menggelar bazaar produk hasil perikanan.

Bazaar di halaman kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya itu menjual beragam produk olahan perikanan masyarakat. Harga yang ditawarkan cukup menggiurkan, yakni 20-40 persen di bawah harga pasar.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi kegiatan bazaar tersebut. Menurutnya, selain membantu perekonomian masyarakat perikanan, bazaar sekaligus membuka akses bagi warga untuk konsumsi ikan yang berkualitas.  Sehingga turut berkontribusi pada aspek kesehatan masyarakat.

“Ini juga sebagai upaya untuk mempercepat memasyarakatkan makanan ikan yang sehat dan bisa meningkatkan imunitas tubuh. Di masa pandemi, ini sangat membantu masyarakat supaya mudah mengakses makanan ikan yang segar dan terjamin kualitasnya,” tuturnya.

Ia menyatakan kegiatan bazaar akan digelar secara rutin. Lokasinya akan ditetapkan secara fleksibel agar memudahkan warga untuk datang. 

“Saya kira bazaar ini bagus dilakukan kalau memungkinkan setiap pekan atau dua pekan sekali. Bisa berpindah-pindah tempat. Di kantor bupati juga bisa dilaksanakan ataupun di beberapa titik masyarakat ini bagus,” ujarnya.

Muda menyebut bazaar juga menjadi ajang promosi sekaligus pemasaran hasil perikanan masyarakat. Baik masyarakat nelayan tangkap maupun budi daya.

“Nah, jadi kita membantu. Nanti juga pada akhirnya ini akan membuat mereka supaya terjamin secara sistemik pasarnya,” sebutnya.

Dirinya menilai kegiatan bazaar menjadi momentum pembinaan yang baik dari dinas perikanan. Yakni pembinaan jejaring dari budi daya yang dibina maupun nelayan-nelayan tangkap. Karena itu, dirinya meminta dinas untuk melanjutkan kegiatan tersebut secara berkala.

“Supaya masyarakat juga pada akhirnya lebih menggemari dan menggelorakan makan ikan sebagai bagian daripada sumber konsumsi pangan yang utama di tiap rumah tangga,” imbuhnya.

Lebih jauh dia menilai bazaar hasil perikanan adalah bagian dari upaya mempercepat produktivitas masyarakat di tengah pandemi. Khususnya dalam konteks pemulihan ekonomi bagi masyarakat nelayan, pesisir, dan pembudi daya yang terdampak pandemi Covid-19.

“Terutama bagi Kubu Raya sebagai pendorong ekonomi dan juga tentu untuk mempercepat sesuai dengan moto ‘berlari lebih kencang, berproses lebih cepat, dan bertindak lebih nyata dan semangat menanjak dari Kubu Raya untuk Indonesia,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya, Hefni Rizal, menyatakan pihaknya akan menggelar bazaar hasil produk perikanan setiap pekan. Dirinya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi sekaligus meringankan beban masyarakat. Baik dari sisi masyarakat perikanan maupun warga yang hendak mengakses konsumsi ikan.

“Musim selatan ini para nelayan tidak melaut. Sehingga kita bermaksud meringankan beban masyarakat yang tidak berkemampuan untuk membeli produk-produk hasil perikanan yang ada, di mana sejumlah produk dianggap mahal oleh masyarakat. Bazar juga dalam rangka recovery ekonomi di masa kenormalan baru, yakni kita membantu para pelaku terutama memasarkan produk hasil mereka,” jelasnya.

Hefni mengungkapkan bazaar pertama yang digelar pihaknya belum menghimpun hasil perikanan masyarakat secara menyeluruh. Namun ia menyatakan kegiatan bazaar akan menjadi agenda rutin. Baik dalam bentuk penjualan langsung maupun daring atau online.

“Insya Allah jadi agenda rutin. Jualnya bisa di sini (dinas), bisa di kantor bupati, bisa online, atau di mana saja. Harga tetap di bawah harga pasar. Untuk bazaar kali ini rata-rata 20-40 persen di bawah harga pasar. Namun untuk nanti kita menyesuaikan dengan kondisi banyaknya jumlah ikan,” ujarnya. (tim liputan).

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini