-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Akademi Farmasi Yarsi Pontianak Bidik 7 Bakal Calon Direktur Baru, Ini Penjelasanya

Redaksi author photo


KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Akademi Farmasi Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak akan menentukan Direktur baru guna mengelola Akademi kedepan setelah masa bakti Direktur Akfar Yarsi sebelumnya akan berakhir pada akhir Juni 2020 ini.

Hal ini disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak, Suhadi SW kepada sejumlah awak media dalam konferensi Persnya di RM Putri Raya, Jl Ahmad Yani Pontianak, Selasa09/06/2020).

Ketua Pengurus Yarsi Pontianak, Drs Suhadi SW didampingi Sekretaris, Prof Rahmatullah dan Pengurus lainya mengatakan dalam upaya peningkatan kwalitas pendidikan Akademi Farmasi Yarsi Pontianak, pihaknya melakukan seleksi dengan mengutamakan Profesionalisme calon Direktur Akfar kedepannya.

“Karena memang masa bakti Direktur Akademi Farmasi akan berakhir maka kita akan lakukan seleksi dengan melakukan tahapan dan kita secara khusus membentuk Panitia Seleksi yang di ketuai oleh Prof Gusti Hardiansyah dan bebarapa Guru besar lainya,” jelas Suhadi.

Hal ini juga dilakukan dalam rangka persiapan Yarsi Pontianak menuju Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak.

Sementara itu Ketua Panitia Seleksi Prof Gusti Hardiansyah mengatakan dalam rangka menyiapkan Direktur Akademi Farmasi Yarsi Pontianak yang saat ini menjadi satu-satunya di Kalimantan Barat dengan Akreditasi B pihaknya melakukan tahapan-tahapan seleksi yang harus dilakukan oleh bakal calon Direktur Akfar Yarsi Pontianak.


“Direktur Akademi Farmasi Yarsi Pontianak akan berakhir Juni 2020 ini, maka mesti dilakukan seleksi Direktur Akfar Masa Bakti berikutnya, yaitu masa bakti 2020-2024,” terangnya.

Dalam upaya mendapatkan Direktur yang berkwalitas sehingga Akademi Farmasi Yarsi Pontianak kedepanya akan lebih maju dan berkwalitas sehingga nantinya siap menjadi bagian dari Universitas Yarsi Pontianak maka Panitia Seleksi Bakal Calon Direktur Akfar telah menentukan Persyaratan dengan tetap menjunjung tinggi Profesionalisme kerja.

“Kami telah menyiapkan persyaratan yang nantinya juga akan kita sampaikan kepada Publik sehingga asaz keterbukaan publik tetap kami penuhi sehingga masyarakat juga bisa menilai Akademi Farmasi Yarsi kedepannya,” jelasnya lagi.

Dari persyaratan umum dan khusus yang kami tentukan ada setidaknya 7 orang di civitas akademi Farmasi yang bisa ikut melakukan  seleksi bakal calon direktur Akadenmi Farmasi Yarsi Pontianak.

Adapun Persyaratan menjadi Calon Direktur Akademi Farmasi YARSI adalah sebagai berikut :
a.         Warga Negara Indonesia; 
b.        Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; 
c.         Sehat jasmani dan rohani;
d.        Memiliki pengalaman menduduki Jabatan Struktural;
e.         Dosen tetap Akademi Farmasi YARSI Pontianak minimal 5 (lima) tahun;
f.          Belum pernah menjabat sebagai Direktur lebih dari 2 (dua) periode;
g.         Pada saat diangkat usia maksimal 55 tahun;
h.        Memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan manajerial;
i.           Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
j.           Memiliki prestasi kerja, jujur, disiplin, kesetiaan, pengabdian, pengalaman, integritas dan kepernimpinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik di lingkungan Akfar Yarsi Pontianak maupun dalam peraturan perundang- undangan;
k.         Berpendidikan minimal Magister (S2);
l.           Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN);
m.      Tidak sedang tugas belajar atau izin belajar;
n.        Tidak merangkap sebagai pimpinan organisasi politik;
o.        Bersedia mengabdi penuh waktu.

Prof Gusti Hardiansyah juga menyampaikan tahapan-tahapan dalam rangka seleksi calon direktur Akademi Yarsi Pontianak, tahapan-tahapan tersebut sebagai berikut       :

a.    Penetapan Peraturan Tata Cara Pemilihan oleh Yayasan 19 Mei 2020.
b.    Penetapan Panitia Pemilihan Direktur oleh Yayasan 19 Mei 2020.
c.     Sosialisasi Peraturan Tata Cara Pemilihan 8 Juni 2020.
d.    Penjaringan dan Verifikasi Bakal Calon Direktur 11 Juni 2020.
e.    Pembuatan makalah oleh bakal calon Direktur yang dilaksanakan secara tertulis di depan Panitia dan Tim Independen 15 Juni 2020.
f.      Pelaksanaan tes psikologi, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) 17 Juni 2020.
g.    Pengumuman hasil Bakal Calon Direktur 22 Juni 2020.
h.    Penyampaian Visi Misi dan Tujuan oleh Calon Direktur 24 Juni 2020.
i.      Penilaian dan Penetapan Direktur terpilih 26 Juni 2020.
j.      Pelantikan Direktur (Tentatif).

(Humas Yarsi Pontianak : Edi Suhairul)

Komentar Anda

Berita Terkini